Berita

Abraham Samad/Net

Politik

Abraham Samad: KPK Perlu Kembali Ke Khittah Memerangi Korupsi Tanpa Pandang Bulu

SELASA, 14 JANUARI 2020 | 08:15 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pemberantasan Korupsi dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perlu segera diselamatkan.

Pernyataan itu disampaikan langsung mantan Ketua KPK Abraham Samad saat menghadiri acara di TV One bertajuk “Suap PAW Politikus PDIP” pada Senin kemarin (13/1).

Sebagaimana diulas kembali dalam akun Twitter pribadinya, Samad mengurai bahwa dia diminta untuk berbicara mengenai situasi pemberantasan korupsi di Indonesia. Khususnya, terkait kasus terkini yang melibatkan Komisioner KPU Wahyu Setiawan dan caleg PDI Perjuangan Harun Masiku.


“Peristiwa yang belum lama terjadi, memberi pesan penting dan genting bahwa ada yang salah dengan praktik pemberantasan korupsi, khususnya yang dilakukan oleh KPK,” ujarnya.

Untuk itu, Samad menekankan agar pemberantasan korupsi di negeri ini dikembalikan ke jalur rel yang semestinya.

“KPK perlu dikembalikan ke khittah-nya, memerangi korupsi tanpa pandang bulu,” tutup Samad.

Dalam kasus suap Wahyu Setiawan, Samad menyoroti tajam mengenai operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang tidak dibarengi dengan penggeledahan. Menurutnya, hal itu sama saja memberi waktu bagi penjahat untuk menghilangkan jejak.

Baca: Abraham Samad: OTT Tanpa Penggeledahan Sama Saja Beri Waktu Penjahat Hilangkan Jejak

Bahkan tim KPK sempat gagal menyegel salah satu ruang di Kantor DPP PDIP pada Kamis (9/1), atau sehari setelah Wahyu ditangkap.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya