Berita

Hasto Kristiyanto/Net

Politik

Andi Arief: Cuma Hasto Yang Bisa Temukan Harun Masiku

SELASA, 14 JANUARI 2020 | 07:34 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Dugaan suap terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan masih menyisakan cerita tersendiri, yaitu tentang keberadaan caleg PDI Perjuangan Harun Masiku yang masih belum diketahui.

Padahal dalam kasus ini, Harun sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK bersama dengan Wahyu Setiawan, Agustiani Tio Fridelina, dan Saeful Bahri.

Kasus ini pun berkaitan dengan upaya Harun Masiku, yang merupakan caleg DPR dari daerah pemilihan Sumatera Selatan I menggeser Riezky Aprilia lewat Pergantian Antar Waktu (PAW).


Politisi Partai Demokrat Andi Arief pun turut berkomentar mengenai keberadaan Harun Masiku saat ini. Menurutnya, bukan Imigrasi atau juga interpol yang tahu keberadaan Harun. Melainkan, Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto.

“Dimana Harun Masiku? Cuma Hasto yang bisa menemukan keberadaannya,” ujarnya dalam akun Twitter pribadi sesaat lalu, Selasa (14/1).

Hasto memang kerap disebut-sebut terlibat dalam kasus ini. Saeful Bahri yang diduga menyuap Wahyu dikabarkan adalah kader PDIP yang dekat dengan Hasto.

Kembali ke Harun Masiku. Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan bahwa politisi Demokrat yang nyeberang ke PDIP itu sudah pergi ke luar negeri sejak 6 Januari, atau tepat dua hari sebelum Wahyu kena OTT KPK.

"Info yang kami terima, sejak sebelum adanya tangkap tangan, yang bersangkutan memang sedang di luar negeri," kata Ghufron kepada wartawan, Senin (13/1).

Senada itu, data Imigrasi juga mencatat Harun telah pergi ke luar negeri sejak 6 Januari 2020.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya