Berita

Ketua KPU, Arief Budiman/RMOL

Politik

Arief Budiman: Jika Wahyu Benar Bersalah, Kami Sangat Prihatin

RABU, 08 JANUARI 2020 | 20:02 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI belum bisa memberi penjelasan terkait kabar penangkapan salah satu Komisioner KPU Wahyu Setiawan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Ketua KPU, Arief Budiman menyatakan, apabila Wahyu kemudian dinyatakan benar-benar bersalah karena menerima suap, hal itu sangat-sangat disesalkan.

"Tentu kalau memang benar yang ditangkap Pak WS ya tentu ini cukup prihatin ya atas peristiwa ini," ujar Arief di Gedung KPU, Menteng, Jakarta, Rabu (8/1).


Arief menyebut pihaknya mempercayakan semua proses pada KPK dan akan menunggu sampai ada pernyataan resmi dalam 1x24 jam kedepan.

"Tentu KPU mempercayakan sepenuhnya proses selanjutnya pada ketentuan hukum yang berlaku," katanya singkat.

Sebelumnya, Ketua KPK Firli Bahuri membenarkan langsung kabar bahwa salah satu Komisioner KPU terjaring operasi tangkap tangan (OTT). OTT dikabarkan digelar di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (8/1).

"Kita melakukan penangkapan terhadap pada pelaku yang sedang melakukan tindak pidana korupsi berupa suap,” kata Firli sesaat lalu.

Usai terjaringnya Wahyu Setiawan ooleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), empat komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) mendatangi kantor lembaga antirasuah.

Empat komisioner yang akan mendatangai KPK diantaranya Arief Budiman, Pramono Ubadi Tantowi, Ilham Saputra dan Hasyim Asyari. Sedangkan tiga komisioner lainnya hari ini dalam keadaan berada di luar kantor.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya