Berita

Arya Kharisma Hardy/RMOL

Politik

PB HMI Minta Presiden Jokowi Tak Ragu Mempertahankan Kedaulatan RI

MINGGU, 05 JANUARI 2020 | 05:41 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) meminta Presiden Joko Widodo untuk tidak ragu dalam mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pernyataan sikap ini disampaikan PB HMI, menyusul gejolak bilateral yang terjadi akibat klaim sepihak pemerintah China terhadap perairan Natuna Utara yang termasuk dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.

"PB HMI minta Presiden Jokowi untuk tidak ragu sedikitpun dalam mempertahankan kedaulatan RI," ujar Pj. Ketua Umum PB HMI Arya Kharisma Hardy di Jakarta, Sabtu (04/01).


Arya mengatakan, sejatinya, terlalu banyak alasan untuk sekedar ragu terhadap pemerintah Indonesia dalam kasus ini. Namun, HMI percaya atas nama komitmen kepemimpinan dan jiwa nasionalisme.

Ia menambahkan, kendati pemerintah China sudah terlalu jauh menempatkan saham ekonomi dan politiknya di Indonesia, HMI tetap menaruh harapan kepada pemerintahan Jokowi untuk bersedia berkonfrontasi atau minimal berunding dengan China.

"Meskipun di saat yang sama, harus kita akui bahwa, pengklaiman China atas ZEE Indonesia itu tidak terlepas dari politik ekonomi Indonesia yang terlalu ramah terhadap investor China dan bersedia menandatangani kontrak utang luar negeri dari China dengan skema yang tak lazim," ujar Arya.

HMI juga mengritik  performa Presiden Jokowi di forum Internasional.

"Performa minus Presiden Jokowi di forum Internasional turut menjadi titik lemah Indonesia dalam mempertahankan ZEE tersebut," ujar dia.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya