Berita

Arief Poyuono/Net

Politik

Arief Poyuono: Menhan Prabowo Harus Pantau Dan Tangkap Kapal Yang Curi Ikan Dan Buang Limbah Di Laut Indonesia

SELASA, 31 DESEMBER 2019 | 22:59 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Indonesia tidak memiliki kemampuan yang maksimal untuk menjaga wilayah perairan karena praktik korupsi yang merajalela, yang membuat pemerintah akhirnya mampu menyediakan infrastruktur yang dibutuhkan seperti satelit khusus dan drone.

Demikian kesimpulan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menyikapi peristiwa pelanggaran wilayah perairan Indonesia oleh  armada Coast Guard China yang mengawal kapal ikan negara itu di perairan Natuna.

“Mau galak gimana sih pemerintah kita Wong video itu terungkap setelah -kapal China udah engak ada lagi. Memangnya kita punya satelit pengawas atau drone yang bisa update tiap menit untuk mengawasi kapal-kapal yang melintas perairan Indonesia  selama ini?” tanya dia.


Arief juga mengatakan, persoalannya bukan hanya kapal kapal China yang mengambil ikan di perairan Indonesia. Lebih berbahaya lagi adalah kapal-kapal asing yang pura-pura sandar di pulau kecil sambil buang limbah B3.

“Kalaupun kita meminta bantuan negara Singapura yang punya alat canggih untuk meminta report tentang kapal-kapal yang melintas di perairan Indonesia, baru seminggu mereka keluarkan laporannya dan kapal-kapal yang melintas buang limbah atau nyuri ikan udah ilang semua,” jelas Arief lagi dengan nada kesal.

“Nah itu semua penyebabnya karena banyak korupsi, seperti pengadaan satelit oleh Bakamla dikorupsi dan sudah ditangani oleh KPK,” sambung dia.

Arief berharap, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang juga Ketua Umum Partai Gerindra mendoronga pembangu Marine Surveillance System yang canggih, yang bisa mengawasi perairan Indonesia dan bisa mendeteksi kapal- asing yang masuk dan melakukan kegiatan di perairan Indonesia.

‘Sehingga setiap kapal asing yang nyolong ikan dan buang limbah bisa langsung dicegat Angatan Laut kita,” demikian Arief Poyuono.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Main di Kandang PSIM, Persija Menang Telak 4-0

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:49

Cukai MBDK Mulai Dipungut Semester II/2027, Target Rp1,7 Triliun

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:30

DPR Ingatkan Bijak di Ruang Digital dan Cegah Perundungan Siber

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:51

Ekspor Emas Anjlok, Bea Cukai Ungkap Perusahaan Tahan Pengiriman

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:38

Usai Dilantik, Kapolda Metro Jaya Serap Aspirasi Insan Pers

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:49

Pertamina Perkuat Ekosistem MyPertamina di MotoGP Mandalika

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:30

Tegas dan Loyal, Demokrat: Tidak Ada Nama Selain Prabowo untuk Kontestasi 2029

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:36

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

YLBHI Minta Polresta Solo Hentikan Dugaan Kriminalisasi Kasus Perdata jadi Pidana

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:36

Pertamina Perkuat Pengelolaan Sampah Mandalika Lewat Dukungan untuk Bank Sampah Putri Nyale

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:09

Selengkapnya