Berita

Anies Baswedan/Net

Jaya Suprana

Salah Anies

MINGGU, 29 DESEMBER 2019 | 07:33 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

MASYARAKAT Indonesia kreatif menyiptakan celetuk sosial humoristis seperti misalnya “emang gue pikirin”, “siapa takut”, “untung ada saya”, “gitu aja kok repot”, “tanya ke rumput bergoyang”, “ambyar”, “kau yang mengawali, kau yang mengakhiri” dan lain-lain dan sebagainya .

Harus Salah

Akhir-akhir ini muncul suatu bentuk celetuk sosial baru yang dikaitkan dengan segenap permasalahan apa pun yang tidak dapat teratasi dalam kehidupan sosial masa kini.


Gara-gara Anies Baswedan menang pemilihan gubernur Jakarta, maka sang cucu pahlawan nasional, Abdurrahman Baswedan itu dituduh sebagai rasis, intoleran bahkan anti kerukunan umat beragama maka tidak Pancasilais.

Ketika Anies Baswedan mengungkap fakta sejarah bahwa kaum pribumi didiskriminir kaum penjajah langsung warga keturunan alias non-pribumi ini dihujat sebagai anti non-pribumi.

Pendek kata, Gubernur Anies berada pada posisi harus salah, sehingga apapun yang dilakukan maupun yang tidak dilakukan pasti hukumnya wajib harus salah!

Kemacetan lalu lintas Jakarta yang sudah terjadi sejak masa kegubernuran para pendahulu Anies kini dibebankan sepenuhnya sebagai kesalahan Anies.

Maka banjir yang tejadi di Jakarta sejak masih disebut Batavia hukumnya wajib harus menjadi kesalahan Anies. Masalah apa pun yang terjadi secara buruk di ibukota Indonesia langsung disebut sebagai “salah Anies” !

Salah Anies


Tampaknya fenomena “salah Anies” makin menjadi-jadi, sehingga menjadi suatu bentuk celetuk-sosial yang merambah ke segenap aspek kehidupan sosial di Indonesia masa kini.

Jika dalam pembicaraan kaum milineal muncul permasalahan yang tidak diketahui siapa yang bersalah, maka lazimnya muncul celetuk sosial “salah Anies”.

Kenaikan iuran BPJS sehingga tak terjangkau rakyat miskin adalah “salah Anies”.

Kenaikan tarif listerik jelas “salah Anies”.

Skandal Jiwasyara yang masih merupakan misteri tentang siapa yang bertanggung-jawab tak luput dari celetuk-sosial “salah Anies”.

Indonesia belum pernah ikut berlaga di gelanggang piala dunia sepakbola juga “salah Anies”.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berkutat di sekitar angka 5 persen memang “salah Anies”.

Apalagi de facto Anies Baswedan pernah menjadi Menteri Pendidikan, maka makin mudah menuduh kemelut pendidikan di tanah air udara tercinta adalah “salah Anies”.

Syukur alhamdullilah, Polri sudah mengetahui siapa pelaku penyiraman air keras ke wajah Novel Baswedan yang sempat dituduh sebagai hoax, sehingga tidak ada yang berani nyeletuk “salah Anies”.

Ikhlas

Saya pribadi sempat bertanya langsung kepada  Anies mengenai gejala celetuk sosial “salah Anies”.

Sambil tersenyum lebar, Anies Baswedan menjawab pertanyaan saya dengan penjelasan bahwa dirinya senantiasa berupaya sabar bahkan ikhlas menerima segenap hujatan terhadap dirinya sebagai kritik  yang justru senantiasa berharga untuk menyadarkan dirinya, jangan pernah merasa takabur sebab dirinya memang cuma manusia biasa yang niscaya mustahil sempurna.

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya