Berita

Arief Poyuono/Net

Bisnis

Belajar Dari Kecolongan Moeldoko, BIN Perlu Dilibatkan Untuk Rekrut Pejabat

SABTU, 28 DESEMBER 2019 | 16:46 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Pengakuan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (purn) Moeldoko bahwa dirinya kecolongan merekrut Hary Prasetyo sebagai staf di kantornya di Istana, adalah bukti betapa penganut paham korupsi sudah semakin kuat.

Mereka dapat menyusup ke titik-titik terdekat dengan pusat kekuasaan.

Menkopolhukam Mahfud MD juga mengatakan hal yang kurang lebih sama, terkait penyusupan paham radikalisme di sejumlah lembaga pemerintah, termasuk di BUMN.


Ini semua, bagi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menjadi semacam lampu kuning.

Menteri Keuangan Sri Mulyani juga pernah menyampaikan hal yang kurang lebih sama. Bahwa ada semacam penyusupan paham radikalisme di lembaga yang dipimpinnya.

Dengan catatan-catatan itu, Arief Poyuono mengusulkan agar rekrutmen pejabat negara setingkat direktur jenderal, deputi, direksi BUMN dan direktur di kementerian harus melalui proses screening yang dilakukan Badan Intelijen Negara  (BIN).

“Ini penting agar track record orang yang akan ditempatkan di posisi tertentu bisa diketahui dengan jelas nantinya,” demikian Arief Poyuono.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya