Berita

Bisnis

Fuad Bawazier: Lampaui Skandal Bank Century, Skandal Jiwasraya Jadi Saudara Kembar Skandal BLBI

KAMIS, 26 DESEMBER 2019 | 19:58 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Tidak ada cara lain. Skandal keuangan PT Asuransi Jiwasraya yang terjadi sejak 2006 harus dikawal dan diatasi secara ketat antara lain melalui audit khusus atau audit investigasi oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Setelah itu diikuti dengan pembentukan Panitia Khusus di DPR RI.

Apabila hal ini tidak dilakukan, maka kasus yang merugikan negara sebesar Rp 13,7 triliun ini akan menjadi skandal berkategori black number alias tidak akan pernah tuntas seperti “saudara kembarnya”, skandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Demikian disampaikan mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier dalam perbincangan dengan redaksi beberapa saat lalu, Kamis malam (26/12).


“Akan menjadi saudara kembar skandal BLBI, yaitu skandal Bantuan Likuiditas Asuransi Indonesia,” ujarnya sambil menambahkan, kasus melampaui kerugian negara dalam skandal Bank Century.

Menurut Fuad, kasus ini sulit dituntaskan karena patut diduga melibatkan orang-orang besar dan kuat.

“Di sini akan teruji integritas masing-masing. Siapa yang tidak terlibat langsung maupun tidak langsung, akan berteriak menuntut pengusutan skandal Jiwasraya. Sebaliknya yg ikut menikmati akan berusaha menenggelamkan skandal ini,” kata dia lagi.

Fuad Bawazier juga menambahkan, sikap media massa dalam menguliti kasus ini pun akan terbelah, tergantung integritas masing-masing media dan kelompok yang dekat dengan media tersebut.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya