Berita

Para napi perempuan mempersembahkan Tarian Bedhaya Makaryo Utomo/RMOL

Nusantara

Tarian Para Napi Perempuan Ini Pukau Tamu Acara Hari Ibu Di Semarang

SENIN, 23 DESEMBER 2019 | 18:55 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Tarian Bedhaya Makaryo Utomo persembahan Narapidana Perempuan Indonesia berhasil memukau tamu undangan Peringatan Hari Ibu ke-91 di Semarang.

Acara yang digelar di Kawasan Kota Lama Semarang, Minggu (22/12) itu, dihadiri istri Wakil Presiden Republik Indonesia, Wury Estu Handayani, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhajir Effendy, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Gusti Ayu Bintang Darmavati, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan para pimpinan tinggi madya dan pratama pusat dan daerah.

Decak kagum dan riuh tepuk tangan para tamu undangan mewarnai pertunjukan itu. Terlebih setelah mengetahui para penari adalah narapidana perempuan dari Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Yogyakarta dan LPP Jakarta yang berkolaborasi hingga hasilkan gerak tari yang mengagumkan.


Yang lebih menariknya lagi, dua dari sembilan penari tersebut merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Thailand dan Malaysia.

Canya Pen Kew, wanita asal Thailand ini merupakan narapidana kasus Narkotika yang harus menjalani hukuman selama 13 tahun di LPP Yogyakarta, salah satunya.

“Saya baru tahu tarian ini. Latihan tiga minggu, dan harus tampil dengan maksimal," ucap Canya.

Canya mengaku, tantangan dalam mempersembahkan tarian ini adalah dari dirinya sendiri. "Saya suka kaget. Jadi hilang fokus karena musik pengiringnya. Tapi sekarang sudah tidak lagi," ungkapnya.

Selain itu, Canya juga merasa bangga, karena walaupun dirinya seorang WNA, tetapi bisa terpilih untuk menampilkan tarian tersebut didepan orang-orang hebat. Khususnya perempuan,"perempuan hebat.

Dalam kesempatan tersebut, Menko PMK, Muhajir Effendi dalam sambutannya menyatakan kaum perempuan memiliki keistimewaan karena sebagai penentu generasi Indonesia masa depan.

“Seribu hari awal kehidupan seseorang ditentukan oleh seorang ibu. Itu sebabnya saat ini pemerintah fokus pada masalah stunting yang menjadi tanggung jawab bersama terutama kaum ibu, karena stunting terjadi sejak sebelum anak dilahirkan. Di Indonesia dari setiap 10 balita terdapat 3 balita yang mengalami stunting,” ungkap Muhajir.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami menjelaskan, melalui persembahan tari Bedhaya Makaryo Utomo yang dibawakan oleh narapidana perempuan Indonesia, pihaknya ingin menunjukkan bahwa walau berada di dalam Lapas, narapidana juga tetap bisa berkreasi, berkolaborasi bahkan berprestasi untuk berkontribusi positif bagi kemajuan dirinya sendiri serta bangsa dan Negara Indonesia.

"Ini persembahan dari Narapidana Perempuan Indonesia untuk peringatan hari Ibu ke-91, perempuan-perempuan hebat Indonesia. Perempuan berdaya Indonesia Maju," ujar Sri Puguh Budi Utami.

"Tarian ini dipersiapkan dengan sangat sungguh-sungguh dengan keuletan, kreatifitas dan cinta kasih," tambah dia.

Utami juga mengungkapkan bahwa tak hanya sekedar tarian, bahkan batik Bedhaya Makaryo Utomo yang kenakan narapidana perempuan itu juga hasil dari kerajinan batik yang dibuat oleh narapidana perempuan dari LPP Semarang. “Kolaborasi yang sempurna, sangat kuat bahkan sangat emosional,” ucapnya.

"Pastinya ini suatu kebanggaan. Melalui kolaborasi ini narapidana yang juga anak bangsa telah membuktikan bahwa mereka tidak berputus asa, tidak ingin hanya berdiam diri, mereka mampu beri yang terbaik, mampu berdaya selama diberi tempat berkreasi maka mereka bisa berkontribusi untuk Indonesia," pungkasnya.

Tak hanya memukau melalui pertunjukkan seni tari. Dalam peringatan hari ibu ke-91 yang dipusatkan di Kota Lama, Semarang, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (DitjenPAS) juga unjuk gigi lewat hasil kerajinan karya unggulan narapidana di stand pameran DitjenPAS.

Terdapat berbagai jenis kain batik, ukiran, pernak pernik memukau karya terbaik narapidana dari seluruh Indonesia hingga berbagai macam kerajinan narapidana berkualitas eksport yang telah mendapat pengakuan positif dari beberapa pasar luar negeri yang bisa dikunjungi dan dibeli langsung oleh masyarakat.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Main di Kandang PSIM, Persija Menang Telak 4-0

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:49

Cukai MBDK Mulai Dipungut Semester II/2027, Target Rp1,7 Triliun

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:30

DPR Ingatkan Bijak di Ruang Digital dan Cegah Perundungan Siber

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:51

Ekspor Emas Anjlok, Bea Cukai Ungkap Perusahaan Tahan Pengiriman

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:38

Usai Dilantik, Kapolda Metro Jaya Serap Aspirasi Insan Pers

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:49

Pertamina Perkuat Ekosistem MyPertamina di MotoGP Mandalika

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:30

Tegas dan Loyal, Demokrat: Tidak Ada Nama Selain Prabowo untuk Kontestasi 2029

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:36

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

YLBHI Minta Polresta Solo Hentikan Dugaan Kriminalisasi Kasus Perdata jadi Pidana

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:36

Pertamina Perkuat Pengelolaan Sampah Mandalika Lewat Dukungan untuk Bank Sampah Putri Nyale

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:09

Selengkapnya