Berita

Walikota Jakarta Barata Rustam Efendi (berbatik) dan kepala Inspektorat bersegaram dinas Michale Rolandi/RMOL

Nusantara

Tenaga Honorer Diplonco Di Got Saat Seleksi, Lurah Jelambar Dinonaktifkan

SENIN, 16 DESEMBER 2019 | 23:27 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemprov DKI Jakarta akan menindak tegas dugaan pelanggaran penyalahgunaan wewenang dalam proses seleksi pekerja Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Jelambar yang terjadi pada Selasa (10/12).

Dalam proses perekrutan pekerja PPSU untuk tahun anggaran 2020 tersebut, Inspektorat Provinsi DKI Jakarta menemukan pelanggaran penyalahgunaan wewenang oleh aparatur yang diduga terjadi saat sejumlah peserta seleksi melakukan 'tes berendam' di saluran air yang sejatinya tidak termasuk dalam rangkaian tes seleksi.

Kepala Inspektorat Provinsi DKI Jakarta Michael Rolandi menegaskan, telah melakukan pemeriksaan langsung dan mencari keterangan kepada pihak terkait atas dugaan penyalahgunaan wewenang tersebut, antara lain terhadap Lurah Jelambar, 7 orang panitia seleksi, dan 22 orang pekerja PPSU.


"Dari hasil pemeriksaan dan verifikasi yang kita sudah lakukan di lapangan, memang terindikasi kuat adanya pelanggaran dalam hal ketidakpatutan dalam proses seleksi dengan merendam atau memasukkan teman-teman peserta seleksi ini ke dalam saluran PHB (penghubung)," ujar Michael dalam konferensi pers pada Senin (16/12).

Michael menjelaskan, upaya perekrutan sejatinya dilakukan secara ideal, terdiri atas tes wawancara, tes kemampuan dan tes kesehatan fisik. Karena itu, kejadian perendaman yang dilakukan kepada peserta seleksi PPSU mengindikasikan pelanggaran.

Sehingga, Inspektorat DKI Jakarta akan memberikan rekomendasi kepada Walikota Jakarta Barat agar memerintahkan pihak Kecamatan untuk melakukan pemeriksaan lebih mendalam dan penjatuhan sanksi disiplin sesuai ketentuan yang berlaku.

Di samping itu, Walikota Jakarta Barat, Rustam Effendi, menuturkan hasil pemeriksaan Inspektorat telah selesai dan akan ditindaklanjuti secara tepat dan cepat.

Saat ini, Rustam menegaskan, Lurah Jelambar telah dinonaktifkan (dibebastugaskan) sementara untuk memudahkan proses pemeriksaan dan penjatuhan sanksi sesuai dengan PP 53/2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri.

"(Pembebastugasan dilakukan) dalam rangka pemeriksaan itu, kemungkinan untuk menjatuhkan hukuman disiplin apalagi diduga hukuman disiplinnya (akibat) melampaui kewenangan," pungkasnya.

Selain itu, ke depan, Rustam juga mengimbau jika menemukan dugaan pelanggaran yang dilakukan aparat Pemprov DKI Jakarta, maka segera melaporkan ke Inspektorat DKI Jakarta, agar kejadian serupa tak terulang.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya