Berita

Menhan Prabowo Subianto/Net

Politik

Menteri Erick Thohir Diminta Bereskan BUMN Alutsista

JUMAT, 13 DESEMBER 2019 | 15:34 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto satu sikap dalam memandang prinsip berdikari dalam hal pengadaan alat utama sistem pertahanan (alutsista).

Itu artinya, industri alutsista yang ada dalam harus dapat memenuhi kebutuhan di dalam negeri.

Demikian dikatakan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono, merespon penegasan Presiden Joko Widodo mengenai pengadaan alutsista di dalam negeri.
 

 
Penegasan itu disampaikan Presiden Jokowi dalam rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, beberapa saat lalu, Jumat (22/11). Presiden Jokowi mengingatkan agar tidak ada lagi impor besar-besaran alutsista.

Selain itu, Presiden Jokowi juga mengingatkan pentingnya menjamin alih teknologi dari program pengadaan alutsista yang melibatkan negara lain.

“Kita harus memastikan bahwa SDM industri pertahanan kita betul-betul diperkuat dan jangan lagi orientasinya adalah penyerapan anggaran,” kata Presiden tadi.

Menurut Arief Poyuono, pernyataan Jokowi itu sudah tepat dan harus disambut positif semua kalangan. Industri alutsista dalam negeri harus jadi andalan negara.

“Dengan industri alutsista yang kuat dan maju maka akan banyak putra putri Indonesia bisa bekerja di negara sendiri dibandingkan saat ini banyak putra-putri Indonesia yang punya keahlian dan kemampuan dalam industri Alutsista banyak bekerja di luar negeri,” ujar dia.

Dia mengingatkan agar industri alutsista BUMN dan swasta harus bisa berkembang di Indonesia. Caranya, TNI dan Polri harus bangga dan cinta pada produk alutsista kita.

Kemudian dari sisi fiskal pemerintah dalam hal ini dapat memberikan semacam stimulus untuk kemajuan industri alutsista misalnya dengan kemudahan pajak dan kemudahan kredit ekspor.

“Karena itu Menteri BUMN Erick Thohir harus segera beres-beres BUMN alutsista kita yang kinerjanya saat ini memble alias hanya jadi tempat untuk nempel merek saja daripada memproduksi alutsistanya,” kata Arief Poyuono lagi.

Dia menambahkan, Indonesia berpeluang mengembangkan industri alutsista dalam lima tahun.

“Ini juga akan bisa mengurangi defisit neraca perdagangan yang salah satu penyebabnya akibat import alutsista,” demikan Arief Poyuono.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya