Berita

Polisi London saat melumpuhkan pelaku penikamanan di Jembatan London/Net

Dunia

Polisi Tembak Pelaku Penikaman Di Jembatan London

SABTU, 30 NOVEMBER 2019 | 05:23 WIB | OLEH: MEGA SIMARMATA

Seorang pria ditembak oleh pihak kepolisian Inggris setelah menikam seorang warga di Jembatan London, Inggris, Jumat (29/11). Beruntung, penyerang itu langsung diamankan usai dilumpuhkan aparat kepolisian.

Aparat Kepolisian London pun langsung menginformasikan perkembangan terkait situasi terkini melalui akun Twitter mereka.

"Kami mengikuti laporan yang beredar di media sosial. Dan kami akan merilis fakta-fakta yang terjadi di lapangan. Agar pada saat yang tepat, kami bisa menginformasikan secara akurat. Saat ini sejumlah orang terluka. Informasi lebih lanjut untuk akan disampaikan pada kesempatan berikutnya," begitu cuit kepolisian London.


Kepolisian London menambahkan, anggotanya dihubungi sekitar pukul 1.58 siang karena ada kasus penikaman di dekat Jembatan London. Begitu mendapat laporan, polisi langsung menuju ke lokasi dan melumpuhkan pelaku.

Sementara itu, begitu mendengar adanya kasus penikaman, Perdana Menteri Boris Johnson memutuskan untuk kembali ke kantornya di Drowning Street 10 dari kegiatan kampanyenya di daerah pemilihannya di Uxbridge, yang terletak di sebelah barat kota London.

Dalam perjalanan kembali ke kota London, PM Johnson terus mendapatkan laporan tentang situasi terkini yang terjadi.

Ia lantas berterima kasih kepada aparat kepolisian dan semua petugas yang memberikan layanan darurat karena langsung sigap ke lokasi kejadian.

 "Aku terus mendapatkan berita terkini tentang insiden di Jembatan London  dan ingin mengucapkan terima kasih kepada polisi dan semua petugas layanan darurat atas respon mereka yang sangat baik." tulis Perdana Menteri Boris Johnson di akun Twitter.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya