Berita

Ciputra Tutup Usia/Net

Hiburan

Ciputra, Konglomerat Yang Masa Kecilnya Melarat

RABU, 27 NOVEMBER 2019 | 09:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

RMOL. Nama asli Pak Cik atau Ciputra adalah Tjin Hoan.
 
Ciputra, kelahiran Parigi, Sulawesi Tengah, lahir dari keluarga melarat sebagai anak bungsu dari tujuh bersaudara.

Saat SMA tahun 1951, ia bersekolah di Don Bosco, Manado. Dia dikenal sebagai atlet lari jarak menengah 800 meter dan 1.500 meter, tidak ada yang bisa menandinginya se-Sulawesi Utara. Cik lalu bergabung dengan kontingen Sulawesi Utara untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional II di Lapangan Ikada, Jakarta.


Anak laki-laki yang miskin itu sudah lama memimpikan ingin menginjakkan kaki di Ibu kota Jakarta. Setelah mendengar bahwa namanya akan dikirim ke Jakarta dan direkrut untuk memasuki kontingen, ia begitu bahagia.

Sayangnya, kala itu ia tidak berhasil pulang sebagai juara, tetapi ia berhasil masuk kualifikasi dan menembus babak final di nomor lari 800 meter dan 1.500 meter.

Cik pun masuk ke babak finaldan diundang Presiden Soekarno ke Istana Merdeka. Ciputra begitu takjub melihat kemewahan di sana, dan di sanalah pertama kalinya ia menenggak Coca-Cola.

"Anak miskin ini berada di dalam Istana. Saya memandangnya dengan takjub. Ketika menenggak itu (coca-cola) saya merasakan sensasi yang luar biasa," ungkap Ciputra dalam bukunya The Passion of My Life.

Ciputra mulai berbisnis saat menjadi mahasiswa di Institut Teknologi Bandung (ITB). Bersama dua sahabatnya sesama mahasiswa ITB. Ia mendirikan CV Daya Tjipta.

"Saya harus membuat lompatan besar," tekad Ciputra.

Ciputra pindah ke Jakarta dengan pengharapan yang lebih besar. Ia melihat Jakarta sedang berbenah. Tidak ada cara lain yang dapat ia tempuh untuk bisa mendapatkan proyek besar kecuali bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta saat itu, Soemarno Sosroatmodjo.

Melalui bantuan mantan asisten Gubernur Soemarno, Mayor Charles, ia hendak bertemu dengan Gubernur.

"Saya hanya ingin menyampaikan pemikiran saya untuk membangun Jakarta," kata Ciputra, dan keinginannya untuk bertemu dengan Sang Gubernur pun terwujud, siapa disangka, Gubernur Soemarno pun rela mendengarkan paparan gagasan Ciputra. Ia menunjuk Senen sebagai tempat di Jakarta yang harus dibenahi. Gubernur nampak tertarik dengan paparannya.

Gubernur Soemarno dan tim Ciputra kemudian menemui Presiden Soekarno untuk mempresentasikan konsep peremajaan kawasan Senen.

Niat baik pasti akan menemukan jalannya. Gubernur Soemarno membantu Ciputra mengumpulkan pengusaha besar kala itu untuk membantunya mewujudkan rencana besarnya yang terkendala dana. 

Guberbue Soemarno mengenalkan Ciputra kepada Hasjim Ning, dan Agus Musin Dasaad, juga sejumlah petinggi bank, seperti Jusuf Muda Dalam, bos Bank Negara Indonesia, dan Jan Daniel Massie, Direktur Utama Bank Dagang Negara.

Kemudian, lahirlah PT Pembangunan Ibukota Jakarta Raya (Pembangunan Jaya) pada 3 September 1961.

Keberhasilannya di proyek Senen inilah yang menjadi pijakan pertama Ciputra hingga akhirnya perusahaannya beranak-pinak sampai sekarang.

Ciputra dikenal sebagai konglomerat dan salah satu raja properti di negeri ini. Berdasarkan perhitungan majalah Forbes yang dilansir di Bulan November 2017, Tjie Tjin Hoan alias Ciputra berada di urutan ke-21 orang terkaya di Indonesia dengan harta senilai US$1,45 miliar atau Rp19,7 triliun.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Kopilot Malaysia Ngaku Diupah Rp220 Juta Selundupkan 26 Kg Ekstasi ke Jakarta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:20

Merdeka dalam Keserakahan: Ilusi Kemerdekaan di Usia 81 Tahun

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:02

Polda Metro Masih Selidiki Dugaan Pencabulan oleh Oknum Pendeta

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:52

Loyalis Anies Dicecar KPK soal Jual Beli Properti di Kasus TPPU Rita Widyasari

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:25

Begini Respons Deddy Sitorus Usai Dilaporkan KWP ke MKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:02

Warga Tuban Terdampak Debu Pabrik, Semen Indonesia Mangkir Dipanggil DPRD

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:11

Terjang Ombak, Dedikasi Mantri BRI Buka Jalan Akses Finansial Pulau Seram

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:02

Bea Cukai Ciduk Kopilot Kurir Narkoba, Duit Negara Rp207,9 Miliar Selamat

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:41

Transformasi Danantara Dongkrak Pendapatan Telkom hingga Tembus Rp75,9 Triliun

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:22

Polda Metro Jaya Cokok 728 Tersangka Curanmor

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:06

Selengkapnya