Berita

Pembukaan PKH Appreciation Day di Makassar/Net

Nusantara

Pembukaan PKH Appreciation Day Di Makassar Berlangsung Penuh Keakraban

SELASA, 26 NOVEMBER 2019 | 18:39 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Menteri Sosial Juliari P. Batubara mengapresiasi kinerja sumber daya manusia (SDM) dan pemerintah daerah dalam Program Keluarga Harapan (PKH) lewat gelaran acara PKH Appreciation Day tahun 2019 di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial, Harry Hikmat yang mewakili Mensos secara resmi membuka acara yang dikemas dalam bentuk talkshow dan malam keakraban PKH Appreciation Day tahun 2019, Senin malam (25/11).

Harry mengatakan bahwa acara PKH Appreciation Day disebut sebagai sebuah ajang untuk memberikan motivasi kepada seluruh pelaku yang selama ini terlibat dalam pelaksanaan PKH.


"Ini semua dilakukan agar dedikasi yang sudah diberikan oleh pihak-pihak terkait untuk kepentingan program selama ini betul-betul bisa mendapatkan perhatian sehingga bisa terawat dan juga berkembang lebih lanjut," kata Harry dalam keterangan tertulis, Selasa (26/11).

PKH merupakan satu program prioritas nasional yang perlu mendapat dukungan banyak pihak. Untuk itu, kegiatan ini diciptakan untuk bisa mengevaluasi sekaligus memastikan dukungan dari berbagai pihak bisa tumbuh dan terus berkembang.

Melalui Appreciation Day ini, lanjut Harry, diharapkan dapat memberikan manfaat, bukan hanya untuk para pendamping, tetapi juga seluruh perangkat PKH atas pengabdian mereka kepada program ini.

"Karena itulah, pada saat malam puncak Appreciation Day, kita hadirkan para mitra kerja. Begitu pula stakeholder seperti Gubernur, Bupati, hingga Walikota dari sejumlah daerah, yang selama ini sudah memberikan perhatian lebih dari provinsi maupun kabupaten lain turut dihadirkan," ujar Harry di hadapan ratusan peserta yang hadir.

Di antara rangkaian acara, ekspos kinerja dan penjurian menjadi agenda inti. Adapun beberapa kategori penilaian yang akan diberikan penghargaan meliputi inisiatif pendamping PKH dalam melakukan pendampingan, kompetensi aplikator dalam pengolahan data, hingga fungsi koordinasi masing-masing koordinator, baik di level kabupaten, kota, provinsi, bahkan regional.

"Kunci dalam penjurian dan yang dipastikan akan mendapatkan apresiasi adalah mereka yang betul-betul secara serius telah berhasil menunjukkan bahwa PKH berdampak pada peningkatan taraf kesejahteraan dari keluarga yang selama ini mereka dampingi atau mencapai graduasi sejahtera mandiri," terang Harry.

Hal ini, dikatakan Harry, ditunjukkan dengan adanya bukti nyata sejumlah prestasi dari keluarga PKH yang graduasi, sehingga mereka sudah lebih sejahtera dengan tidak lagi bergantung pada bantuan pemerintah.

"Itu bagian key point yang kita ingin lihat bersama nanti dalam rangkaian demi rangkaian acara Appreciation Day untuk PKH," pungkasnya.

Acara pembukaan berlangsung hangat dan penuh keakraban karena sepanjang acara diselingi dengan nyanyian dan tawa suka cita dari seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan. Acara semakin meriah dengan dihadirkannya empat duta PKH asal Medan, Vivi Wijaya, kemudian Bali, Putu Ayu Sada Devi Pradnyadari, dan NTB, Sri Maya Dian Lestari, serta Jakarta, Stefani Cecillia yang mampu menghangatkan suasana.

Pada malam pembukaan, hadir sebanyak 300 peserta yang berasal dari 34 unsur Dinas Sosial Provinsi, Pendamping PKH, Koordinator Kabupaten (Korkab), Koordinator Kota (Korkot), Koordinator Wilayah (Korwil), Koordinator Regional (Korreg), Aplikator Pengolah Data (ADP) Provinsi/Kabupaten, Pekerja Sosial Supervisor, dan KPM PKH serta KPM berprestasi.

Appreciation Day ini merupakan kali ketiga setelah tahun-tahun sebelumnya digelar di Surabaya dan Cibubur. Sementara tahun 2019 ini, Makassar terpilih menjadi tuan rumah pelaksanaan acara. Acara ini berlangsung selama empat hari, terhitung sejak 25 hingga 28 November, dengan puncaknya pada 27 November yang akan dihadiri langsung oleh Mensos Juliari P. Batubara.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya