Berita

Abdurahman Suhaimi/RMOL

Nusantara

Pembahasan R-APBD 2020 Bakal Molor, DPRD DKI Maksimalkan Waktu Yang Ada

SELASA, 26 NOVEMBER 2019 | 11:17 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta sedang diburu waktu untuk dapat menyelesaikan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) tahun 2020.

Wakil Ketua DPRD DKI Abdurahman Suhaimi optimistis pembahasan R-APBD 2020 tetap maksimal meski hanya dibahas tak lebih dari dua pekan.

Legislatif dan eksekutif sepakat mengesahkan R-APBD 2020 pada 11 Desember 2019. Jadwal tersebut molor dari tenggat waktu yang telah ditetapkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yakni akhir bulan November ini.


"Soal maksimal dan tidak maksimal, ada aturan dan proses-prosesnya," kata Suhaimi saat dihubungi, Selasa (26/11)

Ketua Dewan Suro PKS DKI ini menuturkan molornya pembahasan anggaran DKI disebabkan adanya periodisasi pergantian legislator Kebon Sirih. Anggota DPRD DKI periode 2019-2024 baru dilantik pada 26 Agustus 2019.

Anggota dewan sebelumnya juga telah memulai membahas Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020, sejak dokumen anggaran tersebut diserahkan dari eksekutif ke legislatif pada 5 Juli lalu.

"Tapi pembahasan tidak selesai dan tidak seluruh komisi melakukannya," jelasnya.

Untuk itu, karena pembahasan KUA-PPAS 2020 oleh dewan yang lama belum selesai, maka dilakukan ulang oleh legislator yang baru.

"Kalau dewan sebelumnya mencapai kesepahaman maka tidak perlu pembahasan itu lagi. Langsung pembahasan Raperda APBD," ujarnya.

Saat ini, dewan dan Pemprov DKI telah menyepakati jadwal pembahasan R-APBD dimulai pada 25 November dengan agenda pembahasan Raperda APBD. Lalu tanggal 2 Desember, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dijadwalkan menyampaikan pidato soal Raperda APBD.

"Setelah itu tanggal 3 sampai 10 Desember pembahasan RAPBD dari tingkat komisi hingga pandangan akhir oleh DPRD, " pungkas Suhaimi.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya