Berita

PGRI Kabupaten Blora/RMOLJateng

Nusantara

Kabupaten Di Jawa Tengah Ini Kekurangan 900 Guru SD

RABU, 20 NOVEMBER 2019 | 16:49 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pendidikan Dasar di Indonesia harus mendapat perhatian lebih besar dari pemerintah. Karena ada ketimpangan jumlah guru dengan siswa yang terjadi di daerah.

Kasus kekurangan guru Sekolah Dasar (SD) di Blora adalah buktinya. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Blora menyebut sejumlah SD mengalami kekurangan guru.

Tak tanggung-tanggung, kekurangannya mencapai 900 guru.


Ketua PGRI Blora, Sukarja mengatakan, kekurangan itu hampir terjadi di semua SD.  Baik di sekolah pinggiran maupun perkotaan.

"Memang PR PGRI Blora, salah satunya (mengatasi) kekurangan guru. Ada 900 itu untuk guru SD. Kalau SMP memang tidak kekurangan,” kata Sukarja saat ditemui Kantor Berita RMOLJateng usai membuka rangkaian kegiatan HUT PGRI Kabupaten Blora, di GOR Mustika, Selasa (19/11).

Dia menjelaskan, kekurangan tersebut merujuk pada guru yang mengajar berstatus Wiyata Bhakti. Mereka ini belum memiliki sertifikat pendidik.

Lebih lanjut, dia mengaku jika jumlah guru Wiyata Bhakti mencapai ribuan. Mereka tersebar di 600 sekolah.

"Guru Wiyata Bhakti itu kan setiap sekolah ada. Kalau setiap sekolah ada dua, kan tinggal dikalikan jumlah SD, 600, sudah 12 ribu,” ujarnya.

PGRI Blora pun menyarankan Pemkab melakukan pengangkatan guru sebagai salah satu upaya untuk mengisi kekosongan itu.

"Solusi dari PGRI, ada pengangkatan guru. P3K dimaksimalkan, sehingga kekurangan guru terisi,” pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya