Berita

TPA Jiangcungou yang sudah penuh/Net

Dunia

China Berjuang Atasi Sampah

SABTU, 16 NOVEMBER 2019 | 14:30 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tempat pembuangan sampah terbesar di China, TPA Jiangcungou, Provinsi Shanxi, memiliki ukuran 100x lapangan sepak bola.

TPA itu telah dirancang bisa menampung 2.500 ton sampah per hari.

Namun, ternyata TPA tersebut menampung sekitar 10.000 ton sampah setiap hari, terbanyak dibandingkan tempat-tempat lain di China.


Alhasil, TPA Jiangcungou yang dibuat pada tahun 1994 itu dan dirancang dapat dipakai sampai tahun 2044, kini sudah penuh. Lebh cepat 25 tahun.

China adalah salah satu penghasil polusi udara terbesar di dunia dan telah bertahun-tahun berjuang mengatasi sampah dari 1,4 miliar penduduknya.

Xi'an adalah salah satu dari sejumlah kota di China yang diandalkan untuk menjadi tempat pembuangan sampah rumah tangga, tetapi sekarang TPA ini penuh terlalu cepat.

Permulaan bulan ini, fasilitas pembakaran baru sampah dibuka dan sedikitnya empat lainnya akan beroperasi pada 2020. Keseluruhan fasilitas ini diperkirakan dapat memproses 12.750 ton sampah.

Langkah ini adalah bagian dari rencana nasional untuk mengurangi jumlah TPA dengan lebih menggunakan cara pembuangan lain seperti pembakaran.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya