Berita

Gedung Capitolio di pusat Havana, Kuba/RMOL

Dunia

Krisis Bolivia, Empat Warga Kuba Ditangkap Atas Tuduhan Palsu

SABTU, 16 NOVEMBER 2019 | 10:14 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Pemerintahan sementara Bolivia menangkap empat warganegara Kuba yang dituduh ikut merancang dan membiayai protes rakyat Bolivia menyusul kudeta yang dialami Evo Morales.

Keempat warga Kuba itu ditangkap pada hari Rabu lalu (13/11). Bersama mereka turut diamankan uang yang baru ditarik dari bank. Sedianya uang itu untuk membayar gaji warga Bolivia yang ikut dalam misi kesehatan, juga untuk membayar berbagai biaya sewa.

Kantor Kementerian Luar Negeri Kuba dalam keterangan resmi  mengatakan, bahwa keempat warga Kuba itu tidak ada kaitannya dengan gelombang protes rakyat Bolivia yang tidak puas terhadap penggulingan Evo Morales.


Keempatnya disebutkan anggota Brigade Medis, misi kesehatan Kuba, yang bertugas di El Alto.

Amparo Lourdes García Buchaca adalah seorang sarjana di bidang Electro-medicine. Ia ditugaskan ke Bolivia pada Maret tahun ini. Di Kuba ia bekerja di Provinsi Cienfuegos.

Idalberto Delgado Baró adalah seorang sarjana ekonomi dari Isla de la Juventud. Seperti Garcia, ia juga ditugaskan membantu misi kesehatan di Bolivia pada Maret tahun ini.

Warga Kuba ketiga yang ditangkap adalah Ramón Emilio Álvarez Cepero, seorang spesialis perawatan intensif dan endokrinologi yang mulai mengikuti misi kesehatan pada Juli 2017. Di Kuba ia bekerjas di Rumah Sakit Umum Gustavo Aldereguía di Provinsi Cienfuegos.

Terakhir, Alexander Torres Enríquez spesialis  dalam pengobatan umum komprehensif dari Pusat Kesehatan Carlos Verdugo di Provinsi Matanzas. Ia mulai ikut misi kesehatan di Bolivia pada Februari 2019.

“Penangkapan tersebut terjadi dengan asumsi fitnah bahwa uang itu digunakan untuk membiayai protes. Perwakilan polisi dan Kementerian Publik mengunjungi markas Brigade Medis di El Alto dan La Paz dan mengkonfirmasi dari dokumen, daftar gaji, dan data bank bahwa jumlah uang itu bertepatan dengan jumlah yang ditarik secara teratur setiap bulan,” tulis Kementerian Luar Negeri Kuba.

Disebutkan bahwa pihak Kuba sejauh ini dapat menjalin komunikasi dengan keempat anggota Brigade Medis itu.

“Keempat kolaborator Kuba memiliki karir profesional yang diakui sesuai dengan profil pekerjaan mereka, dan seperti profesional Kuba lainnya yang bekerja di Bolivia, mereka telah secara ketat dan ketat mengikuti pekerjaan kemanusiaan dan kerja sama, alasan mereka melakukan perjalanan ke negara itu di bawah antar pemerintah perjanjian,” tulis Kementerian Luar Negeri Kuba lagi.

Kementerian Luar Negeri menolak tuduhan palsu bahwa keempat warga Kuba itu  mendorong atau mendanai protes rakyat Bolivia.

Kementerian Luar Negeri Kuba menuntut pembebasan segera keempat warga Kuba itu, serta meminta pemerintah sementara Bolivia memastikan keselamatan semua warga Kuba yang berada di Bolivia untuk misi kemanusiaan sesuai perjanjian antar pemerintah.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya