Berita

Panser buatan PT Pindad/Ist

Pertahanan

Filipina Pesan Panser Buatan Indonesia

RABU, 06 NOVEMBER 2019 | 01:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Alat utama sistem persenjataan (alutsista) Indonesia telah diakui dunia luar. Sejak beberapa tahun Indonesia telah melakukan ekspansi pasar ke beberapa negara di wilayah ASEAN. Laos, Vietnam, dan Filipina adalah pelanggan Pindad.

Untuk Filipina, telah lama mayoritas kepolisian Filipina menggunakan senjata G2 dalam setiap tugasnya.

Saat ini, Filipina berencana membeli Panser, kendaraan lapis baja produksi PT Pindad.


Menhan Prabowo akan berkunjung ke Filipina untuk membahas rencana negara itu memesan kendaraan lapis baja buatan PT Pindad.

"Nanti Pak Menteri (Prabowo) akan ada rencana kunjungan ke Filipina, salah satunya itu (Panser buatan Pindad)," ujar Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan), Wahyu Sakti Trenggono, di komplek Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (5/11) usai rapat koordinasi yang dipimpin Prabowo.

Trenggono tidak menjelaskan kapan kunjungan tersebut.

"Dalam waktu dekat. Waktunya saya belum tahu pasti. Belum fix, tapi dalam waktu dekat," lanjutnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Hari Buruh, Wall Street Libur

Selasa, 08 September 2026 | 08:29

Krakatau Steel Rombak Direksi, Segini Pendapatan KRAS Semester I-2026

Selasa, 08 September 2026 | 08:15

Konflik Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dekati 100 Dolar AS

Selasa, 08 September 2026 | 07:57

OJK Wajibkan Free Float 15 Persen, Tegaskan Transparansi Tanpa Kompromi

Selasa, 08 September 2026 | 07:40

Saat Batu Bara Tertekan, UNTR Makin Mesra dengan Emas

Selasa, 08 September 2026 | 07:21

Anak Krakatau Erupsi, Kursi Bos Krakatau Steel Berganti

Selasa, 08 September 2026 | 07:01

Nellava Group dan Emas Now Pilih Jalur Hukum Hadapi Serangan di Ruang Digital

Selasa, 08 September 2026 | 06:50

Pemerintah Dituntut Siapkan Anggaran dan Kesiapsiagaan Logistik terkait Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 06:09

Kewajiban Moral Lindungi Rakyat dari Manipulasi Harga dan Mutu Beras

Selasa, 08 September 2026 | 05:44

Empat Pejabat Kejagung Diduga Terima Rp40 Miliar dari Tan Kian, Ini Tanggapan Kapuspenkum

Selasa, 08 September 2026 | 05:27

Selengkapnya