Berita

Rangkaian Karnaval Jakarta langit biru/RMOL

Nusantara

Manfaatkan Karnaval Jakarta Langit Biru, Pemprov DKI Ukur Kualitas Udara Ibukota

MINGGU, 27 OKTOBER 2019 | 18:48 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyelenggarakan acara karnaval 'Jakarta Langit Biru'.

Karnaval kendaraan listrik ini untuk mengampanyekan kendaraan ramah lingkungan dalam rangka memperbaiki kualitas udara Ibukota.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Andono Warih menjelaskan, pihaknya melakukan pemantauan kualitas udara pada saat pelaksanaan kegiatan Karnaval Jakarta Langit Biru.


“Kami telah memasang Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU) mobile di sekitar lokasi. Alat ini mengukur kualitas udara sehari sebelum pelaksanaan, selama pelaksanaan, dan sehari setelah pelaksanaan sebagai perbandingan,” ujarnya pada Minggu (27/10).

Karnaval yang dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta ini mengambil rute dari Patung Pemuda Bundaran Senayan- Bundaran Hotel Indonesia dan kembali ke Patung Pemuda Bundaran Senayan.

Selain melakukan pemantauan kualitas udara, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga mengerahkan armada dan personel menangani kebersihan sebelum, selama dan setelah acara. Termasuk menyiapkan mobil toilet portabel.

Sebanyak 5 unit bus toilet VIP, 2 unit tanki air bersih, dan 2 unit tanki air kotor dikerahkan untuk menambah sarana sanitasi yang sudah tersedia di sekitar lokasi. Tujuannya, untuk memastikan kenyamanan warga ibukota yang menyaksikan karnaval.

"Sebanyak 275 petugas kebersihan dan 22 unit road sweeper atau mobil penyapu jalan otomatis dikerahkan untuk memastikan kebersihan lokasi," katanya.

“Kami juga meletakkan ratusan tempat sampah di sepanjang rute. Masyarakat dapat meletakan sampahnya di tempat-tempat yang telah disediakan,” tutup Andono.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya