Berita

Bupati Blora siap dikritik soal perobohan sejumlah bangunan/RMOLJateng

Nusantara

Dikritik Banyak Robohkan Bangunan, Bupati Blora: Saya Memang Rodo Ngawur

MINGGU, 27 OKTOBER 2019 | 05:48 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Setiap pemimpin daerah memang punya gaya masing-masing dalam mengelola wilayah mereka. Tapi semuanya punya tujuan sama: membuat daerah mereka menjadi lebih maju.

Karena itu, Bupati Blora Djoko Nugroho mengaku tidak peduli dengan banyaknya kritik dari berbagai pihak terkait keputusannya merobohkan sejumlah bangunan.

Kokok, sapaan Djoko Nugroho, menyebut jadi Bupati harus berani agak ngawur untuk memajukan daerahnya.


"Saya akui, saya Bupati yang rodo (sedikit, red) ngawur. Semua tak ambruke, dikritik nggak papa. Kalau saya nggak ngawur sampai kapan Blora bisa maju? Saya mau agak agresif, kalau nggak kita bisa rugi besar," kata Bupati saat menghadiri Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Wanita Pengusaha (IWAPI) Kabupaten Blora, di Pendopo Rumah Dinas, Sabtu (26/10).

Dilaporkan Kantor Berita RMOLJateng, Bupati memaparkan, tahun ini sejumlah bangunan telah selesai dirobohkan. Di antaranya Pasar Blora, Gedung Sasana Bakti, hingga Stadion Kridosono. Bupati meminta agar IWAPI bisa mengambil peluang itu.

"Gedung Sasana Bhakti dirobohkan, mau saya buat gedung bioskop lantai 3. Pasar Blora nanti akan jadi pusat perbelanjaan dan perhotelan. Stadion Kridosono juga saya robohkan biar dipakai masyarakat jualan, biar seperti Alun-Alun Kidul Yogyakarta. Eman-eman lahan gedene semono mung dienggo akhir tahun tok (Sayang jika lahan seluas itu hanya dipakai akhir tahun saja). IWAPI mungkin bisa mengambil peluang ini," harapnya.

Kokok pun mengaku cukup senang dengan meningkatnya perekonomian warga saat ini. Banyak toko-toko bermunculan yang bisa menyerap tenaga kerja.

"Sekarang banyak warung-warung buka, banyak angkringan, toko-toko. Saya kalau melihat Blora sekarang Mbayani (luar biasa, red)," jelasnya. 

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya