Berita

Komjen Idham Azis/Net

Presisi

Arief Poyuono: Keberatan Terhadap Komjen Idham Azis Bernada Titipan

SABTU, 26 OKTOBER 2019 | 00:12 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Dukungan untuk Komjen Idham Azis yang dicalonkan Presiden Joko Widodo sebagai Kapolri untuk menggantikan Jendral Tito Karnavian terus mengalir.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menilai Idham Aziz adalah sosok yang sangat tepat untuk menduduki posisi Kapolri.

Menurut dia, Komjen Idham Azis selama bertugas di berbagai jabatan di lingkungan Polri memiliki kinerja yang baik. Terutama saat menjabat Kapolda Metro Jaya dan Kepala Bareskrim.


Arief Poyuono juga mencatat Komjen Idham Azis sebagai pribadi yang luwes dalam membangun hubungan komunikasi dengan kelompok kelompok organisasi massa seperti dengan serikat pekerja dan buruh.

“Beliau sangat membantu jika timbul permasalahan hubungan industrial bila harus berurusan dengan hukum di Kepolisian,” ujarnya.

Dia juga memuji karena selama Komjen Idham Azis menjabat Kabareskrim banyak kasus korupsi di BUMN berhasil terungkap dan berhasil dimejahijaukan.

Seperti kasus pembobolan dana nasabah di Bank BTN yang cukup besar yang sedang disidik oleh Bareskrim Polri. Sebentar lagi kasus ini pasti akan maju ke meja hijau.

“Ini artinya komitmen beliau terhadap pemberantasan korupsi tidak diragukan lagi,” sambung Arief Poyuono.

Dia yakin proses fit and proper test oleh DPR setelah Komisi III terbentuk akan dilaksanakan secepatnya.

“Tentu saja bagi Partai Gerindra usulan Joko Widodo dan Kompolnas sudah tepat dan dipastikan Fraksi Gerindra di DPR akan menerima Idham Azis sebagai Kapolri,” masih katanya.

“Terkait sejumlah LSM yang mempermasalahkan sosok Komjen Idham Azis sebagai Kapolri, kami melihat itu tidak terlalu signifikan dan sepertinya bernuansa titipan dan tidak terlalu penting untuk dipermasalahkan,” demikian Arief Poyuono.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Analisis di Balik Penerimaan Eksepsi Dokter Tifa

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:52

Legislator PDIP Desak Pemerintah Benahi Infrastruktur Hulu Migas

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:34

Panglima TNI: Perang Narasi Salah Satu Ancaman Paling Berbahaya Saat Ini

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:17

PABPDSI Kawal Program Nasional Hingga ke Desa Lewat 8 Satgas Asta Cita

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:55

MBG dan Peluang Besar Bangun Ekonomi Desa

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:30

Pemerintah Buka Opsi Biayai Utang Proyek Whoosh Pakai Panda Bond

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:05

Korupsi Pakan Satwa Rp10,2 Miliar, DPR Minta Eks Dirut KBS Dihukum Berat

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:45

Lulus S2 Hukum, Mikael Saragih Ungkap PR Hukum Indonesia Tak Lagi soal Kekurangan UU

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:37

BEM Kristiani Se-Indonesia Desak Kejagung Segera Tangkap Febrie Adriansyah

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:16

Polri dan FBI Sepakat Perkuat Kerja Sama Penanganan Kejahatan Transnasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:03

Selengkapnya