Berita

Anies Baswedan ingatkan jajarannya untuk teliti soal anggaran/RMOL

Nusantara

Anies Perintahkan Jajarannya Untuk Teliti Dalam Membuat Anggaran

KAMIS, 24 OKTOBER 2019 | 09:52 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Menjelang pengesahan APBD DKI Jakarta tahun 2020 bulan depan, Gubernur Anies Baswedan mengingatkan seluruh jajarannya untuk lebih teliti dalam membuat anggaran. Jangan sampai ada duplikasi.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI bersama DPRD DKI Jakarta saat ini sedang membahas rancangan Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk rancangan APBD DKI 2020.

Untuk itu, Anies Baswedan memerintahkan anak buahnya di semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk menyisir ulang rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2020.


Perintah ini bertujuan agar tidak ada anggaran ganda pada APBD 2020.

"Tadi itu lebih pada perintah untuk menyisir ulang semua anggaran agar tidak muncul, satu, duplikasi," ujar Anies saat dijumpai di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (23/10) .

Anies memberi contoh, misalnya SKPD menganggarkan pembelian tinta pada 2020 hal tersebut juga dialokasikan pada 2019. Padahal, tinta yang dibeli menggunakan anggaran 2019 belum habis.

"Alat-alat itu belum habis, jangan belanja lagi. Kalau alat habis memang harus belanja, tapi harus dicek statusnya seperti apa," tegas Anies.

Selain itu, kegiatan pembangunan di Jakarta pun tak luput dari pandangan Anies untuk dapat dikaji ulang.

"Kegiatan pembangunan, kami menggunakan bahan alat material dari mana. Kami milih material dari lokal. Lokal itu maksudnya daerah Jakarta atau luar Jakarta, menggunakan tukang atau pabrik, itu semua supaya di-review," katanya.

Untuk informasi, APBD DKI Jakarta 2020 harus sudah disahkan paling lambat akhir November 2019.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya