Berita

La nyalla Mataliti/Net

Sepak Bola

Jokowi Terbitkan Inpres Sepak Bola, La Nyalla Dinilai Tepat Kembali Pimpin PSSI

KAMIS, 17 OKTOBER 2019 | 23:55 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Jelang pemilihan Ketua Umum PSSI periode 2019-2023, ada kabar mengejutkan dari istana. Ternyata, Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan Inpres No.3/2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional. Inpres ini sebenarnya menjadi salah satu bukti konkret bahwa pemerintah sangat peduli dengan nasib dunia olahraga Tanah Air, dalam hal ini sepak bola.

Demikian diungkapkan oleh salah satu Anggota DPD RI Bustami Zainudin. Menurutnya, Inpres ini sudah dikeluarkan sejak tanggal 25 Januari 2019. Anehnya, banyak insan sepak bola yang belum mengetahui. Padahal, tujuannya dikeluarkannya Inpres ini dalam rangka percepatan peningkatan prestasi sepak bola nasional dan internasional.

Karenanya, Bustami berharap ada sosok yang bisa mengejawantahkan pesan Jokowi melalui Inpres tersebut. Penilaiannya pun jatuh pada La Nyalla Mattalitti. Sebagai pejabat lembaga negara, dia yakin La Nyalla mampu mengawalnya, sehingga Inpres persepakbolaak tersebut berjalan sesuai arahan Jokowi.


“La Nyalla sebagai Ketua DPD RI sangat tepat dan mumpuni untuk menjalankan Inpres tersebut. Apalagi dengan melibatkan 136 anggota DPD di 34 provinsi. Saya yakin beliau akan membaya persepakbolaan Indonesia ke titik yang lebih tinggi,” tegasnya, Kamis (17/10).

Dengan Inpres tersebut, Presiden meminta sejumlah pihak untuk mengambil langkah-langkah secara terkoordinasi dan terintegrasi untuk melakukan peningkatan prestasi sepak bola Indonesia.

“Langkah yang dimaksud meliputi pengembangan bakat, peningkatan jumlah dan kompetensi wasit serta pelatih sepak bola, pengembangan sistem kompetisi berjenjang dan berkelanjutan, serta pembenahan sistem dan tata kelola sepak bola. Ya jelaslah, sosok yang cocok mengawal ini ialah Bapak La Nyalla Mattalitti. Sudah benar beliau kembali ke sepak bola. Karena beliau yang nantinya membuat semua unsur bersinergi," ujarnya.

Selanjutnya, sesuai dengan instruksi presiden tersebut, penyediaan prasarana dan sarana stadion sepak bola di seluruh Indonesia sesuai standar internasional dan training center sepak bola. Terakhir, memobilisasi pendanaan untuk pengembangan sepak bola nasional.

Khusus untuk Menteri Pemuda dan Olahraga, diminta melakukan pengembangan kurikulum dan bakat pemain sepak bola. Berikutnya melakukan pembinaan usia dini dan usia muda secara berjenjang, menyelenggarakan kompetisi sepak bola kelompok usia tingkat elit (unggulan) satuan pendidikan dan sekolah sepak bola, serta memfasilitasi tenaga ahli/ instruktur wasit dan pelatih.

“Menpora juga diminta melakukan bimtek kepada sentra-sentra pembinaan olahraga sepak bola agar memenuhi standar kompetisi tenaga keolahragaan, program penataran dan pelatihan, standar penyelenggaraan olahraga, dan lain-lain. Jadi nanti sebagai ketua, Pak Nyalla akan mensinergikan semua yang terkait untuk Indonesia Incorporated membangun sepak bola Indonesia," jelasnya.

Lebih jauh Bustami Zainudin mengatakan, Inpres No.3/2019 ini tidak hanya berlaku untuk Menpora. Tetapi ada banyak pihak yang turut diminta mendukung percepatan pembangunan persepakbolaan nasional. Antara lain Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayan; Menteri Dalam Negeri; Menteri Pendidikan dan Kebudayaan; Menteri Agama; serta Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Lalu, Menteri BUMN, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN; Menteri Keuangan; Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat; Menteri Kesehatan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional; Kapolri; serta para Gubernur dan Bupati/ Walikota.

Bustami menegaskan, La Nyalla siap bekerja keras memajukan persepakbolaan Tanah Air jika nanti dirinya mendapat amanah untuk menakhodai PSSI. Untuk saat ini, La Nyalla berharap para voters nantinya bisa menggunakan suara sebaik mungkin untuk memilih ketum, waketum dan exco yang membawa aspirasi perubahan.

"Masyarakat sekarang sudah sangat lelah sekali. Prestasi Timnas sudah semakin merosot. Soal pengalaman, Pak Lanyalla sudah tidak perlu diragukan. Beliau itu mantan Ketua Badan Tim Nasional juga. Sudah sangat lengkap beliau," kata pria yang juga pernah menjabat sebagai Bupati di Lampung itu.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Catat 94 Ribu Pejabat Belum Lapor LHKPN

Minggu, 29 Maret 2026 | 10:20

Implementasi PP Tunas Jangan Sekadar Formalitas

Minggu, 29 Maret 2026 | 10:13

Gelombang Aksi “No Kings” Meledak di Seluruh AS, Tuntut Trump Lengser

Minggu, 29 Maret 2026 | 09:25

87 Persen Penyelenggara Negara Sudah Lapor LHKPN

Minggu, 29 Maret 2026 | 09:22

Kejagung Bongkar Praktik Tambang Ilegal Samin Tan

Minggu, 29 Maret 2026 | 09:01

Pramono Upayakan Tak Ada PHK di Tengah Wacana Pembatasan Belanja Pegawai

Minggu, 29 Maret 2026 | 08:46

Pemerintah Wajibkan Platform Digital Patuhi PP Tunas Tanpa Kompromi

Minggu, 29 Maret 2026 | 08:32

Kemenhaj Optimistis Operasional Haji 2026 Sesuai Rencana

Minggu, 29 Maret 2026 | 08:10

WFH Jumat Bisa Ciptakan Life Balance dan Tetap Produktif

Minggu, 29 Maret 2026 | 07:30

Pemprov DKI Dukung Program Presiden soal Hunian Layak Warga Rel

Minggu, 29 Maret 2026 | 07:15

Selengkapnya