Berita

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan/RMOL

Nusantara

Gubernur Anies: Program DP 0 Rupiah Solusi Ketimpangan Di Jakarta

RABU, 16 OKTOBER 2019 | 19:38 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengklaim program rumah DP 0 rupiah mendapat sambutan positif dari masyarakat Jakarta.

Menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, DP 0 rupiah merupakan program penyediaan hunian terjangkau melalui skema pembiayaan.

“Jadi program ini bukan sekadar menyediakan rumah hari ini. Bukan sekadar memberikan akses pembiayaan hari ini saja dalam jangka panjang," ungkap Gubernur Anies dalam keterangannya pada Selasa (15/10).


Anies menegaskan, program DP 0 rupiah nantinya akan menjadi solusi ketimpangan-ketimpangan yang terjadi di DKI Jakarta.

"Program ini adalah membereskan ketimpangan yang ada di DKI Jakarta ini," tegasnya.

Dari data yang ada, lanjut Anies, pada program tahap pertama yakni 28 Juli 2019, sebanyak 1.790 dari 2.359 orang dinyatakan lolos seleksi program DP 0 rupiah.  

Karena antusiasme masyarakat masih tinggi, Pemprov DKI membuka pendaftaran gelombang kedua pada 7 Agustus 2019.

Sebelumnya, Anies telah meresmikan rumah DP 0 rupiah di Nuansa Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Ada 780 unit yang selesai dibangun di lahan seluas 5.686 meter persegi.

Bangunan 21 lantai berdiri dengan tiga tipe. Pertama, tipe studio berjumlah 240 unit dengan harga Rp 184,8 juta sampai Rp 195,5 juta.

Kedua, tipe satu kamar, berjumlah 180 unit dengan harga Rp 210.760.000 sampai Rp 213.400.000. Ketiga, tipe dua kamar, berjumlah 360 unit dengan harga Rp 304.920.000 sampai Rp 310.640.000.

"Dengan program solusi rumah warga (Samawa) ini, warga Jakarta menengah ke bawah bisa memiliki rumah yang cicilannya relatif terjangkau, tanpa harus membayar uang muka," pungkasnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya