Berita

Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto/Net

Politik

Efek Gerindra Ke Istana: Parlemen Melemah, Resistensi Istana Makin Tinggi

SENIN, 14 OKTOBER 2019 | 11:04 WIB | LAPORAN: AMAL TAUFIK

Manuver politik yang dilakukan Prabowo Subianto dengan bertemu Jokowi dan Surya Paloh menguatkan partai Gerindra bakal merapat ke lingkaran istana.

Namun demikian, ada risiko besar di balik kemungkinan bergabungnya partai berlambang kepala burung garuda itu ke koalisi pemerintahan. Menurut Direktur IndoStrategi, Arif Nurul Imam, resistensi antarpartai pendukung Jokowi-Maruf kemungkinan tak bisa dihindarkan.

"Resistensi karena jatah kursi yang seharusnya mereka (parpol pendukung) dapatkan justru harus dibagikan ke Gerindra, sehingga wajar muncul keretakan di parpol koalisi pendukung Jokowi," jelas Arif kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (14/10).


Selain itu, lanjut Arif, merapatnya Gerindra ke lingkaran penguasa tentu menjadi alarm bagi oposisi. Kekuatan penyeimbang di parlemen akan makin lemah.

Sebab dengan bergabungnya Gerindra, praktis partai politik oposisi tinggal PKS dan PAN.

"Kekuatan penyeimbang tidak memiliki daya tawar politik yang kuat jika misalnya melakukan koreksi kebijakan. Sehingga (peran mereka) akan kurang signifikan," tutupnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya