Berita

Dialog Intelektual Muda Papua/Net

Nusantara

Koalisi Muda Papua Bertekad Bangun SDM Unggul

KAMIS, 10 OKTOBER 2019 | 23:58 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sekelompok mahasiswa Papua dari Univesitas Esa Unggul Jakarta yang menamakan diri sebagai Koalisi Muda Papua bertekad keras dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul di tanah kelahiran mereka.

Salah satu implementasinya melalui kegiatan Dialog Intelektual Muda Papua bertajuk "Membangun Generasi Muda Papua, Menuju Indonesia Unggul" yang digelar di Surabi Teras, Universitas Esa Unggul Jakarta, Kamis (10/10).

Inisiator kegiatan, Alfian Akbar mengungkapkan bahwa ajang yang digelar Koalisi Muda Papua ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi antara mahasiswa Papua dan jajaran rektorat Universitas Esa Unggul


Kegiatan dialog diharapkan dapat menjadi momentum untuk melakukan evaluasi dan akselerasi terhadap proses pembelajaran bagi mahasiswa Papua dan mahasiswa Indonesia timur lain.

“Sehingga upaya untuk membangun SDM yang berkualitas dan berdaya saing tidak lagi memiliki tantangan yang berarti,” katanya.

Akbar menegaskan bahwa dialog digelar untuk membangun kesadaran para mahasiswa Papua agar membangun SDM yang unggul, berkualitas dan berdaya saing.

"Kita harus buktikan bahwa generasi muda Papua juga bisa bersaing dengan saudara-saudara kita yang lain," tutur Akbar.

Koalisi Muda Papua turut mendorong jajaran rektorat Universitas Esa Unggul agar dapat menfasilitasi mahasiswa-mahasiswa Papua berprestasi mengikuti berbagai lomba.

Diakhir dialog ada deklarasi yang diucapkan mahasiswa Papua. Deklarasi itu berisi tiga poin antara lain, pertama berisi penegasan bahwa mereka akan belajar bersungguh-sungguh untuk membangung kualitas SDM yang unggul.

Kedua, mengimbau kepada teman-teman mahasiswa Papua yang eksodus agar kembali ke kota studi masing-masing dan melanjutkan perkuliahan. Terakhir, mengimbau kepada seluruh pihak untuk senantiasa menjaga Papua sebagai tanah damai dan mengajak warga yang ada di Wamena dan sekitarnya, untuk saling menjaga dan saling mengayomi.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya