Berita

Irjen M. Iqbal (kanan) didampingi Brigjen Dedi Prasetyo/RMOL

Presisi

Surat Telegram Kapolri Jelas, Seluruh Personel Dilarang Bawa Senjata Saat Amankan Unjuk Rasa

Tim Polri Sudah Turun Ke Kendari
JUMAT, 27 SEPTEMBER 2019 | 12:16 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam surat telegram resmi kepada seluruh satuan tingkat wilayah, telah memerintahkan agar setiap personel Polri yang bertugas melayani dan mengawal aksi unjuk rasa dilarang membawa senjata.

Demikian kembali ditegaskan Kadiv Humas Polri Irjen M. Iqbal, di Gedung Mabes Polri, Kabayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (27/9).

"Jangankan peluru karet atau tajam. Orang senjatanya saja tidak boleh dibawa. Hanya membawa tameng, pentungan, water canon dan maksimal gas air mata yang penggunaanya sangat tergantung dengan eskalasi di lapangan," ujar Iqbal.


Dua mahasiswa Universitas Halu Uleo, Kendari, Sulawesi Tenggara yakni Randi (21) dan Yusuf Kardawi (19) meninggal dunia dengan luka tembak saat mengikuti aksi di depan Gedung DPRD Sulawesi Tenggara, Kamis (26/9).

Kejadian di Kendari, sambung Iqbal, proses autopsi sudah dilakukan sejak tadi malam. Hasilnya, hanya disampaikan dua hal saja apakah meninggal karena dugaan tembakan atau bukan karena tembakan.

"Dan ini akan kita rampungkan. Autopasi kita lakukan di tempat netral agar tidak ada lagi pertanyaan dan dilakukan seobjektif mungkin," papar Iqbal.

Namun, apabila hasil autopsi meninggalnya akibat terkena tembakan, Kapolri telah membentuk tim inverstigasi gabungan untuk mencari tahu siapa pelaku penembakan.

Saat ini, tim Propam Mabes Polri yang dipimpin langsung oleh Brigjen Hendro Pandowo dan tim Itwasum pimpinan Brigjen Deni Gapril telah berangkat ke Kendari, Sulawesi Tenggara.

"Untuk bekerja memastikan apakah ada kesalahan SOP atau hal lain. Kami menghimbau seluruh masyarakat tidak terpancing isu-isu pihak ketiga," demikian Iqbal.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya