Berita

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini/RMOL

Politik

Kalau Pertimbangannya Ekonomi, Apakah Setiap 5 Tahun Ibukota Akan Pindah?

RABU, 18 SEPTEMBER 2019 | 15:19 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Alasan pemerataan ekonomi tidak tepat digunakan Presiden Joko Widodo untuk memindahkan ibukota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

Begitu dikatakan Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini dalam Focus Group Discussion: Rencana Pemindahan Ibukota, Perspektif Ekonomi dan Politik, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (18/9).

"Itu kalau pertimbangannya ekonomi, (lalu) apa setiap lima tahun pindah lagi ibukota supaya merata?" ujar Jazuli.


Dia menyebutkan justru dengan memindahkan ibukota akan ada beban lain yang harus ditanggung pemerintah, salah satunya adalah kehidupan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang turut bermigrasi.

"Kalau pindah ke sana itu kira-kira pegawai negeri yang gajinya Rp. 3 juta itu bagaimana, dia tinggal di mana, apa dia bikin gubuk di bawah hutan apa dibikinin apartmen sama pemerintah?" tutur Jazuli.

Sambungnya, pemerintah sebaiknya mengkaji lebih dalam dengan rencananya itu. Fraksi PKS sangat setuju untuk pemerataan ekonomi, tetapi pemindahan ibukota bukanlah solusi.

"Fraksi PKS sangat setuju pemerataan ekonomi, tapi kami juga tanya, apa benar pemerataan ekonomi itu dengan mindahin ibukota?" demikian Jazuli.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya