Berita

Aksi massa di KPK/RMOL

Politik

Jika Ada Utang Piutang Korupsi, Silakan Hubungi Jokowi

RABU, 18 SEPTEMBER 2019 | 08:50 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ratusan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Koalisi Masyarakat Sipil hingga mahasiswa menggelar aksi bertajuk 'Pemakaman KPK' di lobby Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa malam (17/9).

Teaterikal menabur bunga di atas nisan bertuliskan 'R.I.P KPK' turut menghiasi aksi massa. Hal itu sebagai bentuk protes mereka kepada presiden dan DPR yang telah mengesahkan revisi UU 30/2022 tentang KPK. Revisi tersbut dinilai akan melemahkan bahkan mematikan lembaga antirasuah.

Teaterikal tabur bunga pada pusara replika dilakukan layaknya prosesi pemakaman. Ada pesan yang disampaikan massa kepada publik layaknya pihak keluarga yang ditinggalkan, seperti soal utang piutang almarhum.


"Kami sebagai keluarga besar masyarakat antikorupsi di Indonesia ingin menyampaikan apabila ada hal-hal terkait utang piutang pemberantasan korupsi, yang terhambat akibat revisi UU KPK diketok palu, silakan anda menghubungi keluarga kami yang akan diwakili oleh bapak kami, Jokowi," ujar salah seorang peserta aksi.

Sebagai kritik terhadap presiden dan DPR RI, massa juga menyanyikan lagu Gugur Bunga. Sempat terjadi insiden kecil antara massa dan aparat kepolisian yang meminta pengeras suara dimatikan. Adu mulut pun tak terhindari.

Namun, kejadian tersebut tak berlangsung lama setelah polisi diteriaki oleh peserta aksi dan meninggalkan lokasi.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya