Berita

Anies Baswedan/Net

Politik

Riau Tolak Bantuan Padamkan Karhutla Dari Anies Baswedan, Senator Jakarta: Jangan Sombong

RABU, 18 SEPTEMBER 2019 | 08:41 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Beredar kabar yang menyatakan Pemerintah Provinsi Riau menolak 65 personel dari tim relawan gabungan satgas penanggulangan bencana Pemprov DKI Jakarta yang dikirim Gubernur Anies Baswedan untuk ikut membantu memadamkan bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Riau.

Terkait hal itu, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI DKI asal Jakarta Fahira Idris angkat bicara, ia sangat menyayangkan bila penolakan tersebut benar adanya.

"Kenapa Pemprov Riau Tolak 65 personel bantuan dari Bapak Anies padamkan Karhutla? Bukankah kita terbiasa saling gotong royong, saling bantu saat ada saudara kita yang berduka? Ada apa dengan Riau?, " tulis Fahira melalui akun twitternya, Rabu (18/9).


"Maka hendaklah kita menjauhkan diri dari sifat sombong dalam Islam," imbuhnya.

Kendati prihatin dengan penolakan bantuan yang diberikan oleh Pemprov DKI Jakarta, Fahira tetap mendoakan semoga Pemprov Riau bisa cepat mengatasi Karhutla dan dampak yang disebabkannya, seperti kabut asap, udara tercemar hingga jarak pandang mata yang menyusut.

"Bila ternyata di kemudian hari butuh bantuan, bilang saja ya. Gak usah segan atau gengsi, Pak Anies Baswedan pasti akan bantu dengan senang hati," tandas Fahira.

Sebelumnya Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger mengatakan Petugas di Riau sudah banyak yang disebar di lapangan dan terus berupaya memadamkan api karhutla pada titik-titik yang terpantau.

“Kita sudah tolak dari kemarin itu sebenarnya,” ujar Edwar.

BPBD Riau enggan berkomentar lebih jauh terkait Anies yang sudah melepas relawan untuk bantu padamkan Karthutla dengan alasan sudah menolak lebih dulu.

“Karena begini, kita masih mampu dan banyak personel di lapangan yang terus bekerja keras,” sambung mantan PJ Walikota Pekanbaru tersebut.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

KPK Benaran Sakit Jiwa, Gedung Merah Putih Mending untuk Merawat ODGJ

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:00

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Berkunjung ke USS Missouri

Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:08

Legislator PDIP Minta Pemerintah Gercep Atasi Titik Panas di Sejumlah Wilayah

Sabtu, 18 Juli 2026 | 05:48

Menakar Arah Pemerataan Lewat Pelayaran Perintis

Sabtu, 18 Juli 2026 | 05:20

TNI Kirim Satgas Kompi Zeni dalam Misi Perdamaian PBB di Kongo

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:58

Pemerintah Didorong Segera Bentuk Badan Rempah dan Herbal Nasional

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:38

PBB Dukung Penuh Pemerintahan Prabowo dan Bidik Kemenangan 2029

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:18

Ancaman Industri Hasil Tembakau dan Agenda Global

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:59

BRI Gelar KKB Expo Hadirkan Kemudahan Layanan Pembiayaan Kendaraan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:45

Data Pengungsi Papua Harus dapat Dipertanggungjawabkan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:20

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selengkapnya