Berita

Aksi massa dukung revisi UU KPK/Ist

Politik

Kubur Dalam-Dalam Wadah Pegawai KPK

RABU, 18 SEPTEMBER 2019 | 08:23 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemberantasan korupsi yang profesional dan mandiri bisa terlaksana dengan baik apabila KPK bersih dari sekelompok orang yang berada dalam Wadah Pegawai KPK.

Begitu kata mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Nusantara yang melakukan aksi di Gedung KPK, Selasa (17/9).

Koordinator aksi, Rajul mengatakan, KPK belakangan menjadi alat kepentingan politik bagi Wadah Pegawai KPK. Oleh karenanya, sudah sepatutnya WP KPK dibubarkan.


"Kami meminta agar segera bubarkan dan kubur dalam-dalam WP KPK, karena mereka biang kegaduhan," tegas Rajuli.

Di sisi lain, massa menilai revisi UU KPK yang sudah disahkan DPR adalah modal bagi lembaga antirasuah untuk mengoptimalkan kinerja pemberantasan korupsi yang sebelumnya selalu dikritik.

"Revisi UU KPK harus kita kawal agar segera disahkan demi optimalisasi dan profesionalitas kinerja KPK semakin lebih baik ke depan," ujar Rajul.

"UU KPK disahkan maka KPK semakin kuat," kata Rajul.

Belasan massa ini juga meminta agar pimpinan KPK terpilih Irjen Firli Bahuri segera dilantik. Hal itu diyakini dapat semakin kuat dalam melakukan pencegahan dan penindakan kasus-kasus korupsi di Indonesia.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya