Berita

Jokowi saat tinjau karhutla di Pelalawan, Riau/Net

Politik

Cak Nanto Desak Jokowi Tetapkan Status Darurat Bencana Asap Nasional

RABU, 18 SEPTEMBER 2019 | 03:14 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan turut menyita perhatian Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah.

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto bahkan mengeluarkan pernyataan sikap atas bencana ini.

Dalam pernyataan sikap itu, Cak Nanto menguraikan bahwa bencana asap telah berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat khususnya balita, anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Atas alasan itu, masyarakat di wilayah terdampak diminta untuk tidak keluar rumah, kecuali terdapat kegiatan yang mendesak.


Sementara kepada pemerintah pusat, Cak Nanto meminta Presiden Jokowi dan jajaran segera mengambil langkah konkret. 

“Sediakan rumah aman (safe house) bagi warga dengan standar yang baik seperti ketersediaan oksigen dan vitamin serta obat-obatan,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (18/9).

Selain itu, pemerintah diminta segera menginstruksikan rumah sakit negara untuk menyediakan obat-obatan gratis, vitamin, dan keperluan medis lainya tanpa biaya, hingga tingkat kecamatan/desa.

“Memerintahkan petugas medis untuk aktif memberikan layanan kesehatan,” sambungnya.

Jokowi juga diminta tegas terhadap korporasi yang kedapatan sengaja melakukan pembakaran hutan. Jika perlu, izin konsesi perusahaan pelaku pembakaran hutan harus dicabut.

Pemerintah juga diminta untuk segera menetapkan Status Darurat Bencana Asap Nasional dan mengambil alih 
penanggulangan bencana asap oleh pemerintah pusat.

“Karena pemerintah daerah belum menunjukkan keseriusan dalam merespon bencana asap,” demikian Cak Nanto.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya