Berita

Mendag, Enggartiasto Lukita/Net

Politik

Tak Logis, PP Muhammadiyah Minta Mendag Tarik Penghapusan Label Halal Daging Impor

SELASA, 17 SEPTEMBER 2019 | 09:49 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Tak ada alasan logis dalam kebijakan pemerintah menghapus label halal produk daging impor dengan aturan World Trade Organization (WTO).

Hal itu disampaikan Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah, Trisno Raharjo merespons Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yangmengeluarkan Permendag 29/2019. Permen tersebut disinyalir imbas kekalahan pemerintah menghadapi gugatan negara Brazil dalam sidang badan penyelesaian sengketa WTO.

"Prinsipnya di dunia internasional, dalam perjanjian itu ada di Pasal 20, misalnya di kita paling banyak masyarakat muslim, kemudian kita menetapkan aturan sesui ajaran agama seperti keharusan makanan halal, maka itu bukan sesuatu persoalan, dan itu diperkenankan," ucap Trisno Raharjo kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (17/9).


Sehingga, kata Trisno, Indonesia memiliki hak untuk menolak ketika adanya aturan impor di Indonesia yang tidak ditaati para importir.

"Termasuk juga minuman keras, itu juga kalau kita nyatakan tidak boleh tercampur bahan makanan atau di impor ke tempat kita karena negara kita memang penduduknya mayoritas muslim," ungkapnya.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, ia tak sepakat dengan aturan yang dikeluarkan Menteri Enggartiasto Lukita dan meminta pemerintah segera mencabut atau memperbaikinya.

"Peraturan itu sepantasnya diperbaiki, setidak-tidaknya dicabut. Untuk kemudian dimasukkan kembali aturan yang semula yang mencantumkan bahwa impor itu harus ada label halalnya," tegasnya.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya