Berita

Foto:Net

Presisi

Update Tersangka Karhutla, 185 Perorangan Dan Empat Korporasi

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 | 17:38 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Polri terus melakukan upaya penegakan hukum di wilayah Sumatera dan Kalimantan terakit kebakran hutan dan lahan (Karhutla).

Sejauh ini, ratusan orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Polisi juga turut menetapkan tersangka terhadap beberapa korporasi.

"Total keseluruhannya adalah 185 tersangka perorangan, korporasi empat yang sudah jadi tersangka," ujar Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Gedung Bareskrim Polri, Kabayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (16/9).


Total tersebut terbagi di beberapa wilayah. Diantaranya Polda Riau ada 47 tersangka perorangan dan 1 korporasi, Polda Sumatera Selatan 18 tersangka perorangan, Polda Jambi 14 tersangka perorangan, Polda Kalimantan Selatan 2 tersangka perorangan, Polda Kalimantan Tengah 41 tersangka perorangan dan 1  korporasi, dan Polda Kalimantan Barat 59 tersangka perorangan dan 1 korporasi.

Dari total tersebut, 95 tersangka perorangan dan 4 korporasi sudah masuk proses penyidikan. Sedangkan 40 kasus sudah masuk tahap I dan 22 kasus lainnya masuk tahap II.

Dedi menjelaskan, peristiwa karhutla memang 99 persen terjadi akibat ulah manusia. Baik itu yang disengaja maupun tidak. Oleh karena itu, upaya penegakan hukum dianggap perlu dituntaskan agar memberikan efek jera kepada para pelaku pembakar.

Lebih lanjut, titik api per hari ini sudah mengalami penurunan, terutama di wilayah Riau. Pada 13-14 September 2019 terpantau ada 600 titik api, angka itu turun menjadi 350-400 titik api pada Minggu (15/9).

"Kebakarannya itu kecil-kecil, tapi jumlahnya banyak," ucap Dedi.

Untuk itu, Satgas Karhutla terus melakukan upaya mitigasi kebakaran. Pemantauan melalui satelit dilakukan selama 1x24 jam. Tim di lapangan pun patroli setiap saat melakukan pemadaman.

Sementara itu, untuk upaya rekayasa hujan buatan sudah dilakukan. Pesawar Hercules dan Cesna milik TNI AU sudah melalukan penyemaian awan menggunakan garam. Upaya lainnya yakni menggunakan bom air melalui helikopter.

"Kendalanya memang lokasi air sangat jauh dari titik api. Kita memasuki kemarau elnino kering. Kadar air di tempat-tempat seperti hutan-hutan sangat langka, apalagi gambut," pungkas Dedi.

Di sisi lain, untuk mencegah karhutla kembali terjadi. Polri meminta agar masyarakat mengubah pola pikir. Serta menghentikan membuka lahan dengan cara dibakar.

"Semuanya harus beralih kepada cara yang lebih ramah lingkungan," demikian Dedi.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya