Berita

Massa aksi Masyarakat Penegak Demokrasi/Net

Politik

Pengunjuk Rasa: Agus Rahardjo Dkk Tunggu Apalagi, Mundur Dong!

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 | 17:07 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Massa aksi dari Masyarakat Penegak Demokrasi (MPD) kembali menggelar aksi damai di depan Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin petang (16/9). Tuntutan mereka masih sama dengan aksi-aksi sebelumnya, yaitu mendukung revisi UU KPK.

"Revisi UU KPK adalah langkah solutif untuk memberikan jaminan kepastian hukum kepada seluruh rakyat Indonesia," kata jurubicara massa aksi MPD, Caca Putri Revolusi dari unsur Srikandi Milenial dalam orasinya.

Selain mendukung revisi UU KPK, massa aksi juga meminta Wadah Pegawai (WP) KPK dibubarkan karena sarat akan kepentingan politik dan meninggalkan tanggung jawab untuk memberantas korupsi.


Menurut Caca, terkait permasalahan WP KPK, pihaknya meminta agar WP KPK dibubarkan karena telah menyimpang dari tujuan pembentukannya, yang diatur dalam PP 63/2005 tentang Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia KPK dan UU 43/1999 tentang Kepegawaian dan Peraturan KPK 3/2018 mengenai Organisasi dan Tata Kerja KPK.

Ini terkait kewenangan menyampaikan aspirasi pegawai KPK kepada pimpinan KPK. Namun, hal ini telah dilanggar oleh WP KPK karena melempar aspirasi tersebut kepada publik sehingga publik menjadi terpecah-belah, dan WP KPK terang-terangan melakukan kritik kepada Presiden dan DPR terkait rencana revisi UU KPK.

"Ini merupakan aksi yang sangat tidak simpatik dan menghambat proses pemberantasan korupsi di Indonesia," tegas Caca.

Aksi MPD juga mendorong Presiden Jokowi memecat komisioner KPK yang meninggalkan tanggung jawab dengan menyerahkan mandat ke Presiden. Dengan demikian, segera lantik pimpinan KPK periode 2019-2023 yang telah dipilih DPR.

Jelas Caca, upaya pengembalian mandat pimpinan KPK kepada Presiden sarat akan kepentingan politis karena tidak diatur di dalam UU. MPD mendesak agar pimpinan KPK yang telah mengembalikan mandat untuk segera mengundurkan diri dan meninggalkan kelembagaan KPK.

Hal ini juga berlaku bagi para pegawai KPK yang tidak setuju dengan revisi UU KPK.

"Ya gentleman saja kalau sudah kembalikan mandat ya sudah mau tunggu apalagi, mundur dong konsekwensinya. KPK ini lembaga negara pelaksana UU, jangan bertindak seperti LSM dalam manejemennya pelaksanaannya. Lembaga negara kok membangkang Presiden yang benar saja," demikian Caca.

Ketua KPK Agus Rahardjo didampingi dua komisioner lainnya, Laode Muhammad Syarif dan Saut Situmorang menyerahkan mandat lembaga antirasuah kepada Presiden Jokowi, Jumat (13/9).

"Kami menunggu perintah, apakah kami masih dipercaya sampai bulan Desember, apa masih berjalan seperti biasa," kata Agus menyikapi revisi UU KPK.

Hari ini, Agus dan Laode masih berkantor. Sementara Saut yang lebih awal dikabarkan mengundurkan diri, tidak terlihat saat pelantikan dua pejabat struktural KPK, Cahya Hardianto Harefa sebagai Sekjen dan Fitroh Rohcahyanto sebagai Direktur Penuntutan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya