Berita

Ketua KPK Agus Rahardjo (tengah)/RMOL

Politik

Agus Rahardjo Minta Pegawai KPK Ikuti Pimpinan Yang Baru

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 | 14:52 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Setelah melantik dua pejabat struktural, Sekjen dan Direktur Penuntutan KPK, Ketua KPK Agus Rahardjo meminta kepada semua pegawai komisi antirasuah agar menerima lima pimimpin baru yang akan dilantik pada Desember mendatang.

"Saya juga menyampaikan kepada pejabat struktural yang hari ini hadir. Apabila nanti pimpinan baru sudah disahkan di dalam paripurna DPR, sudah tidak ada alasan lagi untuk kita menolak," kata Agus di Gedung Penunjang KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (16/9).

Hal itu, kata Agus, sesuai Renstra (Rencana Strategis) pimpinan KPK yang baru dan juga telah menjadi Road Map KPK 2035. Karenanya, semua pegawai diharapkan ikut aktif terlibat dalam penyusunan Renstra KPK.


"Jadi, itu harus menjadi pedoman kita. Biasanya akan diikuti dengan Renstra yang baru dan menyesuaikan road map kita yang sampai 2035. Oleh karena itu, tolong partisipasi anda pada waktu menyusun Renstra dan juga penyesuaian roadmap," tutur Agus.

Komisi III DPR merampungkan fit and proper test 10 capim KPK, Jumat dinihari (13/9). DPR memilih 5 nama, yaitu Firli Bahuri (56 suara), Alexander Mawata (53 suara), Nurul Ghufron (51 suara), Nawawi Pamolango (50 suara) dan Lili Pintauli Siregar (44 suara).

Sebelumnya, Agus juga memastikan bahwa pihaknya tetap bekerja menunaikan kewajiban pemberantasan korupsi. Meskipun telah mengembalikan mandat KPK kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal itu ditunjukkan Agus dengan melantik Cahya Harefa sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) dan Fitroh Rohcahyanto sebagai Direktur Penuntutan (Dirtut) komisi antirasuah.

"Kita tetap bekerja seperti biasa. Kita menunggu saja. Seperti hari ini kita masih melantik," ujar Agus usai pelantikan di Gedung Penunjang KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (16/9).

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya