Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Pengamat: Jokowi Turut Membonsai KPK

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 | 10:26 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Tidak sedikit publik yang kecewa dengan Presiden Joko Widodo perihal keputusannya menyetujui beberapa poin revisi UU KPK.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin menyampaikan kredibilitas Jokowi di mata rakyat dipastikan akan jatuh jika dalam penyusunan revisi UU KPK, dia bermain dengan DPR.

"Jokowi akan dianggap Presiden yang turut andil melemahkan, mengkerdilkan, membonsai dan membunuh KPK. Rakyat tidak bodoh. Publik tidak diam. Rakyat bisa marah jika permainan revisi UU KPK terus dipaksakan," ungkap Ujang kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (16/9).


Janji kampanye Jokowi, kata Ujang, harus dipenuhi dan konsisten dikerjakan. Jika mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut konsisten dengan pemberantasan korupsi, maka sejak awal diajukan oleh DPR harusnya ditolak.

"Bukannya mengirim Surat Presiden untuk direvisi," tambahnya.

Menurut Ujang, adanya cover majalah tanah air dua hari yang lalu dengan gambar Jokowi berhidung panjang bak pinokio merupakan bentuk kekecewaan yang membuncah terhadap Jokowi.

"Inilah awal kekecewaan masyarakat kepada Jokowi terkait dengan revisi UU KPK. Oleh karena itu, tidak heran dan tidak aneh jika masyarakat kecewa. Bahkan pendukungnya sendiri pun kecewa. Karena Jokowi dianggap tak menepati janji," tandasnya.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya