Berita

Fahri Hamzah/Net

Politik

RUU KPK

Fahri Anggap Narasi Tambah Anggaran KPK Salah Arah

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 | 03:19 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menolak narasi penguatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui penambahan anggaran.

Narasi ini sempat dikemukakan oleh mantan Wamenkumham Denny Indrayana. Menurut Denny, pernyataan bahwa RUU 30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi bertujuan memperkuat KPK merupakan siasat.

Baginya, menguatkan KPK seharusnya dilakukan dengan menambah anggaran komisi anti rasuah. Denny kemudian mengungkit pernyataan Jokowi yang menyebut akan menaikkan anggaran KPK hingga 10 kali lipat.


Fahri tidak sependapat dengan narasi tersebut. Pendiri Garbi ini menilai KPK memang sengaja diberi anggaran yang kecil sebagai lembaga ad hoc. Di satu sisi, ada kewenangan besar yang dimiliki KPK untuk menuntaskan kasus korupsi besar.

“Tambah anggaran itu salah arah KPK. Justru KPK itu dibuat kecil dengan senjata pemusnah massal,” terangnya dalam akun Twitter pribadi, Minggu (15/9).

Menurutnya, anggaran KPK menipis lantaran Agus Rahardjo cs sibuk dalam menangani kasus-kasus kecil. Padahal kewenangan yang diberikan seharunya bisa untuk menyelesaikan kasus kakap.

“Salah sendiri nembak kampret dan cebong pakai bazoka. Habis amunisi minta tambah lagi. Bahlul!” pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya