Berita

Agung Laksono/RMOL

Politik

RUU KPK

Agung Laksono: Saya Sudah Pelajari, Tidak Ada Pelemahan KPK

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 | 00:15 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seharusnya tidak perlu berlebihan menolak revisi UU 30/2002. Pasalnya, semua poin revisi sudah dibuka di ruang publik.

Begitu dikatakan Ketua Dewan Pakar, Agung Laksono saat ditemui di Grand Ballroom Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (15/9).

"Kalau sudah terbuka kan ada tujuh poin (revisi), sebetulnya tidak ada rencana sama sekali untuk melakukan hal-hal yang melemahkan, saya sudah pelajari betul," ujar Agung.


Agung menyoroti soal rencana pembentukan Dewan Pengawas KPK yang akan mengatur soal proses penyadapan. Menurutnya, itu sebagai penyeimbang bahwa operasi KPK tidak salah arah.

"Saya kira ini suatu niat baik bahwa tidak boleh ada satupun organisasi badan lembaga di tanah air yang bersifat super power," jelasnya.

"Misalnya penyadapan, kan tidak dihilangkan. Tapi atas izin dewan pengawas, tidak boleh los (bebas) begitu saja," imbuhnya.

Agung justru merasa aneh jika para pimpinan KPK bersama pegawainya menolak revisi. Sebab, mereka seperti lupa bahwa dari produk UU itulah mereka ada.

"Karus disadari bahwa beliau-beliau ada di pimpinan KPK pun produk UU," demikian Agung.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya