Berita

Mbah Sadiman/Net

Nusantara

Mbah Sadiman, Pekerja Senyap Penghijauan Hutan Terima Penghargaan "Insan Inspiratif"

SENIN, 26 AGUSTUS 2019 | 09:46 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Sadiman menerima penghargaan berupa apresiasi dukungan insan inspiratif dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan berbagai pihak. Penghargaan tersebut diterima Mbah Sadiman sapaan akrabnya, di Desa Geneng, Kecamatan Bulukerto, Wonogiri, Jawa Tengah, Minggu (25/8).

Mbah Sadiman berperan dalam menanam dan merawat puluhan ribu pohon yang berfungsi sebagai pengikat air penghidupan bagi warga desa dan sekitarnya. Berbagai tanaman, khususnya beringin, menjadikan desanya berlimpah air meskipun wilayah itu memasuki musim kemarau.

Dia memilih tanaman beringin karena tanaman ini memiliki kelebihan sebagai tanaman pencegah erosi. Selain itu, beringin yang ditanam sejak tahun 1996 di bawahnya memunculkan mata air.


Sekarang warga Desa Geneng di lereng Gunung Lawu sudah merasakan jerih payah dari seorang Mbah Sadiman dan masyarakat setempat mendapat aliran air secara gratis dan mandiri lebih dari 340 kepala keluarga.

Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan membuka acara apresiasi yang dihadiri berbagai pihak tersebut.

"Apa yang telah dilakukan oleh Mbah Sadiman kiranya bisa menjadi contoh bagi kita semua dan bisa mengikut jejak langkah beliau dalam pelestarian lingkungan," ujar Lilik dalam keterangnnya, Senin (26/8).

Sementara itu, Bank Rakyat Indonesia (BRI) memberikan dukungan dan penghargaan kepada Mbah Sadiman sebagai tokoh penyelamat lingkungan yang gigih dan semangat tanpa pamrih meski sudah memasuki usia lanjut.

Dalam hal ini, BRI mendukung gerakan menanam dan merawat pohon seperti yang dilakukan Mbah Sadiman selama 23 tahun terakhir ini. Wakil Pimpinan Wilayah BRI Yogyakarta Joko Sudarmo menyerahkan dana sejumlah Rp 100 juta kepada Mbah Sadiman atas kepedulian yang tinggi kepada lingkungan dan kemanusiaan.

Selama 20 tahun lebih, sejak tahun 1996, Mbah Sadiman telah mengabdikan diri sebagai pekeja senyap dalam memulihkan ekosistem di Lereng Gunung Lawu. Sebelumnya, kebakaran hebat pernah melanda desa, kekeringan saat musim kemarau, banjir saat musim hujan, petani tidak cukup mendapat air untuk tanaman, dan warga kesulitan mendapatkan air.

Kira-kira kondisi seperti ini yang digambarkan oleh Mbah Sadiman yang tinggal di Dusun Dali, Desa Geneng, Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri, sekitar 100 km dari Kota Solo.

Setidaknya lahan seluas 250 ha di Bukit Gendol dan Bukit Ampyang, lereng Gunung Lawu, telah dia tanami lebih dari 11 ribu tanaman. Ini bermula dari keresahannya akibat kerusakan lingkungan, penebangan dan penjarahan hutan yang dilakukan warga dan berimbas pada kehidupan warganya sendiri. Lelaki tua itu melakukan semuanya sendiri, tanpa bayaran dan tidak mengharapkan imbalan.

"Dulu, saya dianggap gila. Ketika (masyarakat) yang lain menanam tanaman pangan, saya malah menanam pohon beringin. Tapi sekarang, apa yang saya tanam itu bisa menghasilkan air untuk warga dan udara menjadi sejuk," tutur Sadiman.

Penyerahan apresiasi dukungan insan inspiratif kepada Mbah Sadiman dihadiri pejabat DPRD Wonogiri, BPBD Provinsi Jawa Tengah, dan BPBD Kabupaten Wonogiri, perwakilan BRI Pusat dan BRI Kantor Wilayah Yogyakarta, apartur Kecamatan Bulukerjo dan murid sekolah setempat.

Pada awal Agustus 2019 lalu, BNPB juga memberikan penghargaan sebagai tokoh inspiratif Reksa Utama Anindha (Penjaga Bumi yang Penuh Kebijakan). Pada kesempatan itu, Kepala BNPB Doni Monardo menyampaikan bahwa Indonesia butuh ribuan orang seperti Mbah Sadiman.

"Meski usia sudah 68 tahun, beliau ini masih segar bugar dan semangat untuk menanam pohon. Bahkan alasan kenapa beringin yang ia tanam, antara lain selain kuat, penyuplai air dan udara, beringin juga dipercaya ada 'penunggunya', jadi warga tidak berani tebang. Ini unik dan menarik," ujar Doni Monardo di Graha BNPB, Jakarta, pada 1 Agusutus 2019 silam.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya