Berita

Hasto Kristiyanto/Net

Politik

PDIP: Partai Pendukung Jangan Meniadakan Hak Prerogatif Jokowi

KAMIS, 01 AGUSTUS 2019 | 15:28 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Kursi menteri dalam Kabinet Kerja jilid II sepenuhnya hak prerogatif Joko Widodo sebagai presiden terpilih. Sehingga tidak ada seorangpun atau pihak manapun yang berhak mengintervensi, termasuk oleh partai pengusung.

Begitu tegas Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyikapi manuver partai pendukung yang ramai menyodorkan calon menteri untuk Jokowi.

"Seharusnya tidak ada tekan menekan di dalam penyusunan," ujarnya di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta, Kamis (1/8).


Hasto menerangkan bahwa partai pendukung memang memiliki peran masing-masing dalam menggalang suara Jokowi-Maruf hingga menang di Pilpres 2019 lalu. Tapi bukan berarti partai pendukung kemudian punya legitimasi untuk menekan Jokowi demi kursi menteri.

"Peran partai itu lebih upaya strategi memobilisasi rakyat, tapi bukan peran itu kemudian meniadakan hak prerogatif presiden," ungkapnya.

Sementara Disinggung soal berapa jatah kursi menteri yang diajukan PDIP kepada Presiden Jokowi, Hasto tegas menyebut tidak pernah mengajukan angka tertentu.

"Negara bukan untuk berapa kursi PDIP bisa bertambah pada pemilu yang akan datang. Bukan untuk itu," pungkasnya.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

UPDATE

Polri Didesak Usut Donatur Penyebar Hoaks Kerusuhan Agustus

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:47

Zelensky Klaim 50 Ribu Tentara Korut Sedang Dalam Perjalanan ke Rusia

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:24

Ekonomi Indonesia Mustahil Saingi Vietnam jika Abaikan Sektor Luar Negeri

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:23

Rezim Hubungan Industrial Maritim Indonesia Belum Terintegrasi

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:14

KPK Kuliti Ahmad Dedi Usut Dugaan Pengaturan Jalur Merah-Hijau Impor Blueray

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:51

Iran Waspadai Pakta Pertahanan Mekkah Bentukan Turki, Saudi, dan Pakistan

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:29

Kejari Tanjung Perak Bantah Isu Pemerasan 6 Eks Pejabat Pelindo dan APBS

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:36

Penguatan Kopdes Merah Putih Kunci Kemandirian Ekonomi Papua

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:08

Turki Tegaskan Pakta Pertahanan Mekkah Dibentuk Bukan untuk Hadapi Iran

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:53

Usai Putusan MK, Siaga 98 Dorong Penataan BGN Lewat Perpres Baru

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:36

Selengkapnya