Berita

Jokowi-Prabowo/Net

Politik

Rekonsiliasi Jangan Sampai Hanya Perkara Politik Dagang Sapi

SENIN, 29 JULI 2019 | 15:04 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Merespons pertemuan antara Jokowi-Mega-Prabowo, pengamat politik Universitas Indonesia Cecep Hidayat menyebut rekonsoliasi politik usai perhelatan pemilihan presiden (Pilpres) jangan sampai hanya sekadar politik bagi-bagi kue kekuasaan semata.

"Rekonsiliasi jangan sampai hanyanlah perkara politik dagang sapi, siapa mendukung lalu dapat apa? memang dalam politik kan biasa soal siapa dapat apa tapi harus dikedepankan kepentingan bangsa," tutur Cecep kepada Kantor Berita RMOL, Senin (29/7).  

Cecep menyambut baik pertemuan elite yang sudah bertarung di pilpres, karena bisa menciptakan kesejukan politik baru diantara para pendukung yang bertarung dengan sangat keras.


"Ada kekuatan Jokowi dan pendukungnya bersaing dengan Prabowo dan pendukungnya, bipolar politik kalau saya katakan. Pertemuan elite itu bisa jadi inspirasi kalau petingginya berdamai kenapa pendukungnya tidak? pertemuan macam itu sangatlah baik," tambah Cecep.

Sebelumnya, pada Sabtu (13/7) lalu Presiden terpilih Joko Widodo melakukan pertemuan dan makan siang bersama dengan kompetitornya Prabowo Subianto. Tidak lama berselang, Megawati secara khusus menjamu Prabowo di kediamannya Jalan teuku Umar, Menteng Jakarta Pusat, pada Rabu (24/7) lalu.

Pasca pertemuan itu ada indikasi kuat Gerindra akan merapat ke Pemerintahan Jokowi di periode kedua. Merespons hasil pertemuan Jokowi empat petinggi parpol yakni Golkar, PKB, Nasdem dan PPP melakukan pertemuan di kantor DPP Nasdem. Dalam pertemuan itu keempat petinggi parpol itu menyatakan koalisi tetap solid dan menyatakn menolak apabila ada anggota koalisi baru yang merapat ke pemerintah.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya