Berita

Prabowo dan Jokowi naik MRT/RMOL

Publika

Pertemuan Prabowo-Jokowi Masih Menyisakan Tanda Tanya

SENIN, 15 JULI 2019 | 11:54 WIB

PERHELATAN kontestasi Pilpres 2019 telah berlalu dengan berbagai dinamika, riuh rendah yang tak sedikit berujung konflik sebagai dampak gejolak sosial di sejumlah kalangan masyarakat.

Banyak hal menarik yang menjadi catatan dalam kontestasi Pilpres 2019. Namun kali ini, penulis begitu tertarik dengan berbagai sikap penantang petahana, H. Prabowo Subianto.

Kompleksitas dukungan terhadap eks Danjen Kopassus ini, memberikan perlawanan yang sangat sengit bagi petahana. Kendati, hasil evaluasi pelaksanaan Pilpres 2019 masih menuai polemik di kalangan tertentu. Diluar dari hal tersebut, strategi dan kematangan sikap Ketua Umum Gerindra tersebut tidak sedikit menuai banyak pujian.


Teranyar, masih hangat pertemuan kedua kontestan calon presiden di Pilpres 2019, Joko Widodo dan Prabowo Subianto di stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan pada 13 Juli 2019.

Ada Apa dengan Stasiun MRT?

Selayaknya pertemuan kedua tokoh sentral di republik ini ditambah pengaruh elektoral keduanya yang sangat menentukan arah dan kebijakan strategis negara setidaknya satu periode pemerintahan mendatang. Banyak pihak menilai pertemuan tokoh tersebut di tempat yang tak seharusnya dilaksanakan jika untuk membahas hal serius. Paling tidak di tempat yang lebih formal atau di Istana Negara.

Padahal sebelumnya tengah beredar informasi bahwa Joko Widodo sudah jauh hari siap menyambut pertemuan dengan Prabowo Subianto. Ataukah kemungkinan besar, tempat tersebut merupakan strategi Prabowo sebagai bentuk komunikasi politik melunturkan kewibawaan rivalnya tersebut dengan bertemu di tempat yang tak seharusnya. Wallahua'lam.

Pendukung keduanya baik di pihak Joko Widodo maupun Prabowo Subianto harus jeli melihat fenomena ini sebagai bagian komunikasi politik yang tak biasa.

Betapa tidak, pihak Joko Widodo yang sedianya jauh lebih siap menggelar pertemuan tersebut untuk digelar di Istana. Malah diamini pihak Prabowo digelar di Stasiun MRT. Bagi pendukung Joko Widodo hal tersebut fenomena yang sangat luar biasa mengingat legitimasi yang diharapkan dari pihak Prabowo. Kendati pertemuan tersebut belum mutlak karena polarisasi masyarakat masih kuat. Berbeda dengan pihak Prabowo, menganggap pertemuan tersebut hanyalah pertemuan biasa dan ala kadarnya.

Dari segi komunikasi politik, sikap Prabowo menemui Joko Widodo terlepas dari banyaknya pro kontra. Namun, justru menunjukkan kewibawaan dan kesantunan seorang Prabowo yang dewasa merespon berbagai fenomena politik.

Seperti biasa, sikap Prabowo kali ini, di luar dugaan banyak pihak. Sosok tokoh politik satu ini selalu sulit ditebak oleh khalayak umum. Kendati banyak pendukungnya yang sempat menanyakan maksud pertemuan tersebut. Akan tetapi, track record Prabowo selama ini dikenal komitmen dan konsisten oleh pendukungnya terhadap yang diyakininya dan sesuai dengan visi politiknya.

Alhasil kepiawaian putra begawan ekonomi Prof Sumitro Djojohadikusumo ini telah menjadikan partai besutannya, Partai Gerindra sebagai partai terbesar kedua terhitung Pemilu 2019 kemarin dengan torehan suara nasional sebesar 17.594.839 suara melampaui Golkar 17.229.789 suara.

Bagi pendukung Prabowo yang sudah mengenal karakter dan strategi Prabowo. Hal ini, sangat wajar dan bukan hal yang begitu luar biasa seperti anggapan pendukung Jokowi yang begitu girang. Mungkin saja, strategi baru tengah dipersiapkan Prabowo. Entahlah!

Prabowo telah berhasil menyita banyak perhatian publik. Sosoknya yang tegas dan tidak mudah didikte. Seperti tulisan penulis sebelumnya, Prabowo tetaplah mutiara yang selalu berkilau!.

Asran Siara
Sekretaris Jenderal Literatur Institut.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya