Berita

Mahfud MD dalam Seminar Nasional bertema Quo Vadis Demokrasi Pasca Pemilu 2019 Tinjuan Filsofis Sosiologis dan Yuridis di Universitas Islam Kadiri/RMOLJatim

Politik

Mahfud MD Minta Kepulangan Habib Rizieq Tak Ditarik Ke Politik

SENIN, 15 JULI 2019 | 01:17 WIB

Wacana kepulangan Habib Rizieq dari Arab Saudi ke Tanah Air diharapkan tidak disangkutpautkan dengan politik. Sebab tanpa intervensi politik, Habib Rizieq memiliki hak untuk pulang ke Indonesia.

Demikian dikatakan Mahfud MD dalam Seminar Nasional bertema Quo Vadis Demokrasi Pasca Pemilu 2019 Tinjuan Filsofis Sosiologis dan Yuridis di Universitas Islam Kadiri, Minggu (14/7).

"Pertama, Habib Rizieq itu warga negara yang punya hak pulang. Tetapi itu jangan dicampur baur dengan politik," kata Mahfud dilansir Kantor Berita RMOLJatim.


Baginya Habib Rizieq sebenarnya bisa pulang ke Tanah Air kapanpun. Pemerintah pun diakui membuka pintu lebar kepada Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu untuk pulang.

"Pemerintah menyatakan ya pulang aja, wong dia dulu pergi bukan karena diusir oleh pemerintah, pergi sendiri," sambungnya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini menegaskan, berdasarkan konstitusi, setiap warga negara mempunyai hak untuk memilih tempat tinggal. Jika Habib Rizieq ingin pulang dan bertempat tinggal di Indonesia harus dilindungi haknya. Namun, apabila masih memiliki persoalan hukum, harus tetap dipertanggungjawabkan.

"Tidak bisa lalu kalau ada masalah hukum yang masih menggantung lalu dianggap hapus itu nanti akan menjadi pelajaran buruk bagi masa depan hukum. Semua orang nanti minta seperti itu," jelasnya.

"Tetapi saya kira Habib Rizieq sudah tidak punya masalah, saya tidak tahu tetapi kalau punya masalah hukum tetap harus dipertanggungjawabkan di depan hukum," urainya.

Dijelaskan Mahfud, sesuai peraturan di Negara Arab Suadi, jika ada warga negara lain yang tinggal di sana sudah dinyatakan over stay, biasanya dipulangkan.

"Kalau Anda ke Saudi pergi antara Jedah dan Mekah ada Sinjil. Di situ ada ratusan orang Indonesia, yang over stay tidak punya visa itu antri dipulangkan saja tidak bayar. Tergantug hukum Arab Saudi saja," tandasnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya