Berita

Prabowo Subianto/Net

Politik

Oposisi Sejak Berdiri Bukti Gerindra Tidak Gampang Tergoda Kursi

MINGGU, 14 JULI 2019 | 22:18 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Tudingan miring kepada Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto pasca pertemuan dengan presiden terpilih Joko Widodo membuat Gerindra prihatin.

Apalagi dalam tuduhan itu, Prabowo disebut tergiur kursi kabinet hingga mau rekonsiliasi dengan rival di pilpres.

Wasekjen DPP Partai Gerindra Andre Rosiade menolak tudingan itu. Dia menegaskan Gerindra yang dipimpin Prabowo bukan partai yang gampang tergoda kursi kabinet.


Dia menegaskan bahwa pada tahun 2009 hingga 2014 lalu, Gerindra telah ditawai kursi menteri oleh Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang kala itu menjabat presiden.

“Tapi tidak kami ambil. 2014 sampai engan 2019 kami juga ditawarkan pak Jokowi kursi kabinet, juga tidak kami ambil,” tegasnya dalam akun Twitter pribadi sesaat lalu, Minggu (14/7).

Tidak cukup sampai di situ, tawaran kembali datang dari Jokowi di tahun 2018. Kali ini, Prabowo ditawari menjadi cawapres Jokowi. Sekali lagi, partai berlambang kepala Garuda itu menolak.

“Lalu sekarang dengan gampang kami Gerindra dan Pak Prabowo dituduh berkhianat karena iming-iming jabatan?” kata Andre terheran-heran.

Partai Gerindra, sambunya, bukan partai kemarin sore yang mudah tergiur kursi. Bahkan dalam catatan sejarah partai, Gerindra selalu berada di luar pemerintahan.

“Kami 10 tahun beroposisi. Kami sejak berdiri sampai sekarang selalu berada di luar pemerintahan. Dan ini membuktikan kami konsisten dan tidak gampang tergoda,” tegasnya.

Lebih lanjut, Andre meluruskan bahwa pertemuan antara Jokowi dan Prabowo bertujuan baik, yaitu agar Indonesia guyub dan demi membebaskan ratusan pendukung yang masih ditahan. Termasuk, demi menyesaikan masalah yang masih mendera ulama dan tokoh-tokoh pendukung 02. Bukan karena iming-iming jabatan.

“Pak Prabowo dan Gerindra tidak pernah dan tidak akan pernah mengkhianati pendukungnya. Pak Prabowo selalu memikirkan nasib pendukungnya. Silakan dicek kepada teman-teman pendukung, tokoh, dan ulama yang sudah bebas mengenai komitmen Pak Prabowo,” pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Siapa di Balik Penyadapan Presiden Prabowo?

Kamis, 05 November 2026 | 06:29

Mengendus Pasal Makar

Kamis, 05 November 2026 | 06:14

DPRD Dukung Roadshow Pramono Anung ke 44 Kecamatan

Kamis, 05 November 2026 | 06:04

Mengenal Listyo Sigit, Eks Kapolri yang Jadi Raja Oknum

Kamis, 05 November 2026 | 05:57

Penyadapan Presiden Prabowo Bukan Kasus Biasa

Kamis, 05 November 2026 | 05:43

BPOM Buka Suara soal Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Kamis, 05 November 2026 | 05:10

Intelektualisme Pemuda Kunci Memperkuat Persatuan Bangsa

Kamis, 05 November 2026 | 04:44

Kasus Listyo Sigit Imbas Sistem UUD 2002 yang Memproduksi Kegaduhan

Kamis, 05 November 2026 | 04:26

PAM Jaya Raih Penghargaan Pembayar Pajak Terbesar di Jakpus

Kamis, 05 November 2026 | 04:22

MUI: Penyadapan Presiden Kategori Tajassus dan Berdosa

Kamis, 05 November 2026 | 04:08

Selengkapnya