Berita

Jokowi akhirnya bertemu Prabowo usai Pilpres 2019/Net

Politik

Jokowi Bertemu Prabowo, Pengamat: Itu Rekonsiliasi Kebangsaan Pasca-Pilpres

MINGGU, 14 JULI 2019 | 13:55 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pertemuan dua tokoh nasional, Presiden Joko Widodo dengan Prabowo Subianto, di stasiun MRT Sabtu (13/7) kemarin disambut antusias oleh sebagian besar masyarakat. Karena dinilai sebagai rekonsiliasi kebangsaan untuk meredam tensi di masyarakat pasca-Pilpres 2019.

Hal itu disampaikan Director for Presidential Studies-DECODE UGM, Nyarwi Ahmad. Pertemuan antara Jokowi dengan Prabowo pada Sabtu (13/7) itu dinilai sebagai pertemuan antara calon presiden dalam posisi kontestasi Pilpres.

"Kalau menurut saya itu rekonsiliasi kebangsaan. Jadi rekonsiliasi tapi konteksnya mungkin rekonsiliasi kebangsaan. Pertemuan antara dua negarawan dengan posisi dan jabatan politik masing-masing. Mereka bertemu kalau kita lihat kan pertama sebagai capres masing-masing," ucap Nyarwi Ahmad kepada Kantor Berita RMOL, Minggu (14/7).


Sehingga, pertemuan itu dinilai sebagai tindakan yang harus dilakukan pasca-Pilpres. Terutama untuk kembali merajut persatuan bangsa yang sempat terpecah saat Pilpres.

"Tetapi lebih kepada dua sahabat yang bertemu pasca-Pilpres yang panas, keras. Kemudian memandang untuk bertemu yang itu sebagian dari merajut nilai-nilai kebangsaan ke depan," lanjutnya.

Menanggapi respons masyarakat setelah pertemuan itu yang menyatakan itu rekonsiliasi atau tidak, Nyarwi menilai kedua tokoh nasional itu lebih mengutamakan merajut kembali persatuan bangsa karena bertemu di ruang terbuka. Walaupun banyak pertanyaan soal agenda deal-deal di luar itu yang tidak diketahui masyarakat.

"Pertemuan ini kan juga tidak di Istana. Terbuka, publik bisa menyaksikan. Terlepas bahwa ada pertanyaan itu kan panggung depannya, panggung belakangnya kita nggak tahu. Terlepas dari itu kan mereka pingin menunjukkan bahwa memberikan contoh politik dalam kompetisi itu wajar orang berkompetisi dengan keras, tetapi setelah semua berakhir harus kembali berangkulan. Itu kan contoh yang pingin ditunjukkan. Tidak hanya kepada pengikut masing-masing tetapi kepada seluruh masyarakat Indonesia," paparnya.

"Bukan bicara soal-soal isi rekonsiliasi dalam konteks kebangsaan semata. Tetapi dalam konteks menjaga kelangsungan demokrasi di negeri ini agar tetap eksis di masa depan," tandasnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

27 Ton Bantuan Korban Gempa NTT Diberangkatkan dari Lanud Halim

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:57

Merdeka dan Menderita

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:23

Legislator PDIP Dorong Penguatan SKK Migas Lewat Revisi UU 22/2001

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:59

TelkomGroup Tancap Gas Perbaiki Layanan Pascagempa NTT

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:32

Malam Renungan Suci

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:17

DOB Bekasi Utara Sangat Penting, Ini Alasannya

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:45

Jebolan Akmil 2003 Ini Siap Komandani Upacara HUT ke-81 RI di Istana

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:23

Koperasi dan Cacat Epistemologis Pemahaman

Senin, 17 Agustus 2026 | 02:47

Kampung Binaan Pertamina Lubricants Dorong Ekonomi Sirkuler di Jakut

Senin, 17 Agustus 2026 | 02:20

Buku ‘Transformasi Tata Kelola Perikanan Indonesia’ Jawab Masalah Ekonomi Biru hingga PIT

Senin, 17 Agustus 2026 | 01:55

Selengkapnya