Berita

Joko Widodo dan Prabowo Subianto/Net

Politik

Ini Jawaban Atas Pertanyaan Mengapa Pertemuan Jokowi Dan Prabowo Dilakukan Di Stasiun MRT

MINGGU, 14 JULI 2019 | 09:02 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Pertemuan dua tokoh politik nasional papan atas, Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang terjadi kemarin, Sabtu (13/7) membuka babak baru drama politik tanah air.

Banyak kalangan yang menilai pertemuan itu patut disyukuri karena setelahnya pembelahan yang terjadi di tengah masyarakat dapat segera diakhiri. Setelah itu, juga diyakini seluruh elemen anak bangsa dapat kembali pada fokus utama mengawal dan mengisi kemerdekaan di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Tidak dapat dipungkiri, ada juga pihak-pihak yang menyayangkan pertemuan tersebut. Baik pihak yang selama ini berada di barisan pendukung Jokowi, maupun pihak yang berada di barisan pendukung Prabowo.


Pertemuan keduanya terjadi di stasiun MRT Lebak Bulus. Dari sana mereka menumpang MRT yang mulai beroperasi pada 1 April itu sampai stasiun Senayan.

Turun di stasiun Senayan, Prabowo dan Jokowi berjalan kaki menuju FX Sudirman untuk menikmati makan siang bersama di restoran Sate Khas Senayan.

Mengapa pertemuan dilakukan di Stasiun MRT? Itu salah satu pertanyaan yang masih diajukan anggota masyarakat dalam berbagai kesempatan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang juga ikut hadir dalam rombongan Presiden Jokowi telah menjelaskan bahwa MRT dipilih sebagai tempat pertemuan dikarenakan posisinya yang netral, selain memperlihatkan sesuatu yang visioner, yakni angkutan massal harus ada di kota-kota besar.

Pendapat BKS ini sudah disampaikan kemarin kepada awak media, dan kembali ditwit oleh akun @kemenhub151 pagi ini (Minggu, 14/7).

“Kita harus kawal bersama supaya nanti di Jakarta ini sudah 100 km atau 200 km, sehingga kita tidak perlu bawa mobil sendiri, enggak perlu bawa motor sendiri, ke segala tujuan kita bisa gunakan dengan angkutan massal," tambah Menhub seperti disebutkan @kemenhub151.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

27 Ton Bantuan Korban Gempa NTT Diberangkatkan dari Lanud Halim

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:57

Merdeka dan Menderita

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:23

Legislator PDIP Dorong Penguatan SKK Migas Lewat Revisi UU 22/2001

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:59

TelkomGroup Tancap Gas Perbaiki Layanan Pascagempa NTT

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:32

Malam Renungan Suci

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:17

DOB Bekasi Utara Sangat Penting, Ini Alasannya

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:45

Jebolan Akmil 2003 Ini Siap Komandani Upacara HUT ke-81 RI di Istana

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:23

Koperasi dan Cacat Epistemologis Pemahaman

Senin, 17 Agustus 2026 | 02:47

Kampung Binaan Pertamina Lubricants Dorong Ekonomi Sirkuler di Jakut

Senin, 17 Agustus 2026 | 02:20

Buku ‘Transformasi Tata Kelola Perikanan Indonesia’ Jawab Masalah Ekonomi Biru hingga PIT

Senin, 17 Agustus 2026 | 01:55

Selengkapnya