Berita

Waketum Gerindra, Arief Poyuono (tengah)/RMOL

Politik

Waketum Gerindra: Saatnya Indonesia Kerja Menuju Adil Makmur

SABTU, 13 JULI 2019 | 01:50 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Berkenaan dengan berakhirnya kontestasi Pemilihan Presiden, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono sangat mengharapkan Indonesia saat ini kerja menuju adil makmur.

Adapun adil makmur merupakan konsep Prabowo merupakan diksi yang dipakai oleh Prabowo Subianto yang selalu digaungkan selama kontestasi Pilpres 2019, sedangkan kubu Jokowi menggunakan istilah Indonesia kerja.

“Saya rasa inilah tujuan kita bersama dalam berbangsa dan berpolitik, sekarang tugas kita menyatukan adil makmur dan Indonesia kerja,” kata Arief Poyuono usai diskusi di Kopi Politik, Pakubuwono, Jakarta Selatan, Jumat (12/7).


Menurut Arief, antara Indonesia kerja dan adil makmur sangat berkaitan erat. Pasalnya, jika pemerintah hanya kerja tanpa ada tujuan untuk menjadikan Indonesia yang adil dan makmur, hal itu tidak dibenarkan.

“Begitu sebaliknya, kita mau Indonesia yang adil dan makmur tapi tidak kerja, gimana bisa maju,” jelas Arief.

Untuk itu, sebagai Wakil Ketua Umum Gerindra, ia sangat mendukung sekaligus terus mendorong agar rekonsiliasi antara Prabowo dan Jokowi segera terwujud. Kendati demikian, Arief memberi catatan terhadap rencana rekonsiliasi ini.

“Harus lahir batin, jangan ada dusta di antara kita,” demikian Arief.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya