Berita

Natalius Pigai/Net

Politik

SELEKSI PIMPINAN KPK

Natalius Pigai Tidak Lolos, Pengamat: Itu Hak Prerogatif Pansel, Bisa Juga Subjektif

JUMAT, 12 JULI 2019 | 12:50 WIB | LAPORAN:

Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) sudah selesai melalukan proses seleksi administrasi para calon lembaga antirasuah. Dari 376 capim KPK yang mendaftar, hanya 192 orang dinyatakan lolos administrasi.

Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai salah satu yang tidak lolos.

Selain memiliki integritas dan kompetensi, Natalius sebelumnya digadang-gadang tepat menjadi pimpinan KPK periode mendatang karena secara kedaerahan menjadi wakil Indonesia bagian timur khususnya Papua.


Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio mengatakan, seleski capim KPK hingga mengerucut kepada 10 nama untuk diserahkan kepada Presiden, adalah hak prerogatif Pansel Capim KPK.

"Ya emang itu kan hak prerogratif pansel," ujar Hendri saat dihubungi Kantor Berita RMOL, Jumat (12/7).

Selain hak prerogatif, lanjut Hendri, penilaian Pansel Capim KPK bisa juga diartikan subjektif karena publik tidak tahu seperti apa prosesnya.

"Bisa saja juga subjektifitas dari pansel. Kalau enggak salah yang sekarang ini lebih administrasi ya," ungkapnya.

Itu sebabnya, Hendri mendorong agar proses penyeleksian Capim KPK dibuka ke publik. Publik harus tahu apa indikator yang menyebabkan seseorang lolos atau tidak.

"Iya begitu, (dibuka) juga baik," tutupnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya